Purnawirawan Polri : Politik Sumber Kekerasan di Indonesia

Jakarta, Seruu.com - Konflik yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia lebih ditenggarai karena masalah politik. Kasus di Papua, Bima, peristiwa pembantaian di Lampung lebih ditenggarai karena faktor politik yang tidak memihak terhadap masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat saat ditemui setelah menjadi pembicara dalam diskusi Polemik Sindo Radio dengan tema "RUU Kamnas dan Keamanan Kontemporer", Sabtu (14/1/2012).

“Intinya hampir semua kekerasan, kalau tadi dasar filosofinya ideologi politik, sosial, budaya, ekonomi, petahanan, dan kemanan, yang menonjol masalah keamanan sepertinya. Tapi masalahnya, notabene, ada di masalah politik seperti di Papua, itu dasarnya politik, Bima karena politik, Lampung itu bisa politik karena kebijakan Penanaman Modal Asing-nya,” kata mantan Kapolda Sulawesi Selatan ini.

Dikatakan Sisno, kasus kekerasan biasanya banyak terjadi di perusahaan Malaysia. “Harusnya itu dijangkau dengan Undang-Undang Keamanan Nasional,” kata dia.

Ia mengatakan, hal tesebut sangat penting untuk mengetahui keberadaan perkebunan-perkebunan milik orang Malaysia, dalam rangka menjaga keamanan dan kestabilan negara Indonesia yang kini mencuak dengan konflik-konflik perkebunan.

“Apakah memang Malaysia itu mengirim teror ke Indonesia atau menginginkan supaya ribut di kebun-kebun di Indonesia, akhirnya sawit dia (Malaysia) yang tetap laku. Karena itu biasanya peusahaan Malaysia,” ucapnya.

Kasus Mesuji merupakan gambaran nyata bahwa masyarakat merasa terusik yang akhirnya menimbulkan bentrokan dengan pihak perusahaan. Ujung dari konflik tersebut adalah jatuhnya korban jiwa. [nr]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU