Marzuki Alie Ungkapkan Keseriusan Bawa Polemik Renovasi Banggar ke KPK

Jakarta, Seruu.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie menyatakan keseriusanya untuk membawa polemik proyek renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) di Gedung Nusantara II DPR yang menelan dana sebesar Rp 20,3 miliar, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya tidak main-main dalam persoalan ini untuk rencana membawanya ke KPK," Kata Marzuki saat dihubungi wartawan melalui pesan singakatnya, Minggu (15/1).

Lebih lajut, menurt Marzuki kalau memang nanti KPK menemukan ada kerugian dalam proyek renovasi tersebut pihaknya mempersilakan pihak yang terlibat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan tidak akan melindungi jika ada pihak dari Sekretariat Jenderal (Setjen) maupun anggota DPR yang diproses KPK akibat terindikasi melakukan mark up proyek. "Ini untuk menyampaikan kepada publik bahwa saya serius," ujarnya.

Namun dirinya belum mengungkapkan kapan rencana pelaporan proyek pembangunan ruang gedung perwakilan rakyat itu ke KPK yang diakui Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini tidak mengetahui soal alokasi dana dan detail anggaran yang diajukan Setjen DPR tersebut.

Sebelumnya Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyatakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie tidak bisa lepas tangan dari kekisruhan proyek renovasi ruang Badan Anggaran berbiaya lebih dari Rp 20 miliar. "Marzuki juga harus tanggung jawab," kata Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, di Jakarta kemarin.

Menurut Uchok, sebagai Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Marzuki seharusnya mengetahui setiap perencanaan renovasi ruang baru di lingkungan kerjanya itu termasuk rencana renovasi ruang Badan Anggaran. Secara normatif, perencanaan renovasi ruang tersebut diusulkan anggota Badan Anggaran kepada BURT.

Dari BURT dilanjutkan ke Sekretaris Jenderal DPR. "Biasanya, dalam hitung-hitungan, anggota BURT juga dilibatkan oleh Sekjen," kata Uchok. Meski begitu, dia menilai mustahil Marzuki tak tahu adanya program renovasi itu. Ketidaktahuan Marzuki justru menunjukkan buruknya kinerja politikus Partai Demokrat ini dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua BURT. [rp/jf]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU