Bulog Harus Segera Naikkan HPP Gabah dan Beras
Panen Padi
Untuk gabah kering giling misalnya, sekarang HPP Bulog Rp 4.300 per kilogram, idealnya HPP tersebut dinaikkan 20 persen, sehingga menjadi Rp 5.160 per kilogram. Tetapi itu baru kenaikan minimal, kalau mau bersaing dengan harga pasar, Bulog harus berani membeli GKG dengan harga Rp 5.500 per kilogram

Purwokerto, Seruu.com - Tingginya harga beras di pasaran serta kenaikan harga pupuk mulai awal Januari ini, harus disikapi Bulog dengan segera menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) baik beras maupun Gabah Kering Giling (GKG). Jika kenaikan HPP tidak segera dilaksanakan, maka Bulog akan kesulitan melakukan penyerapan.

 

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banyumas (Jateng), Dwiko Riyanto, Minggu (15/1/2012) mengatakan, melihat kondisi saat ini, idealnya Bulog menaikkan HPP hingga 20 persen dari HPP lama. Sebab, harga pupuk per sak saat ini sudah mencapai Rp 90 ribu, sebelumnta hanya Rp 80 ribu per sak. Hal ini tentu menambah ongkos produksi yang harus ditanggung petani.

"Untuk gabah kering giling misalnya, sekarang HPP Bulog Rp 4.300 per kilogram, idealnya HPP tersebut dinaikkan 20 persen, sehingga menjadi Rp 5.160 per kilogram. Tetapi itu baru kenaikan minimal, kalau mau bersaing dengan harga pasar, Bulog harus berani membeli GKG dengan harga Rp 5.500 per kilogram," jelasnya.

Selain harus menanggung kenaikan harga pupuk, lanjut Riyanto, para petani juga masih harus mengeluarkan uang untuk biaya tenaga kerja. Ongkos tenaga kerja ini juga mengalami kenaikan, seiring dengan naiknya UMK. Jika biasanya biaya tenaga kerja hanya Rp 30 ribu per hari, sekarang naik menjadi Rp 35 ribu per hari.

"Semua kenaikan biaya produksi dan ongkos tenaga kerja ditanggung oleh petani. Karena itu, sangat wajar jika Bulog menaikkan HPP beras dan gabah kering giling," tegasnya.

Dwiko Riyanto menambahkan, pemerintah seharusnya mempercepat ketentuan HPP, sebelum memasuki panen raya. Sebab, jika HPP tidak segera direvisi, maka saat panen raya nanti, para petani akan merugi, karena harga gabah dan beras bisa anjlok. [py]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU