Kemenakertrans Benahi 237 Balai Latihan Kerja (BLK) Daerah tahun 2012
ilustrasi (Ist)

Jakarta, Seruu.com - Pembenahan terhadap 237  Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia menjadi salah satu program prioritas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada tahun 2012.

 

Proses pembenahan 237 BLK milik Pemda tersebut akan mengacu pada model pembangunan dan pengembangan 11 BLK milik Kemenakertrans yang selama ini telah berhasil menjadi proyek percontohan di Indonesia.
         
Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnakertrans Abdul Wahab Bangkona mengatakan pembenahan BLK-BLK milik pemerintah daerah (pemda)  ini dilakukan sebagai upaya menekan angka pengangguran yang tersebar daerah-daerah.

"Keberadaan BLK-BLK terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi para pencari kerja. Rata-rata lulusan BLK langsung diserap pasar kerja bahkan tak sedikit lulusan BLK yang mampu membuka lapangan kerja baru dengan berwirausaha , “ Kata  Dirjen Binalattas Abdul Wahab Bangkona dalam keterangan pers di Jakarta pada Minggu (15/1/2012).

Abdul Wahab mengatakan salah satu faktor timbulnya pengangguran adalah tidak terserapnya lulusan pendidikan oleh dunia industri karena tidak memiliki kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan pasar kerja.

“Oleh karena itu, Kemenakertrans terus melakukan proses pelatihan, sertifikasi dan penempatan untuk para pencari kerja dan masyarakat umum sehingga nantinya lulusan BLK langsung dapat terserap pasar kerja, “lata Abdul Wahab.

Abdul Wahab menjelaskan ada tiga komponen penting dalam menjalankan revitalisasi BLK, yakni orientasi dan kurikulum  yang jelas, infrastruktur bangunan dan  peralatan pelatihan yang memadai serta instruktur yang berkualitas.
 
”Agar keberadaan BLK lebih optimal, perencanaan awal harus dilakukan dengan matang serta  tujuan dan programnya terukur. Sedangkan tahapan lainnya  adalah memaksimalkan fungsi BLK melalui analisa orientasi kebutuhan dan potensi yang ada di daerah-daerah,” kata Abdul Wahab

Nantinya akan ditekankan pada jenis pelatihan sesuai yang dibutuhkan di daerah masing-masing. Seperti pelatihan keterampilan kejuruan otomotif, las, bangunan kayu dan batu, elektonik, komputer, teknologi informasi, menjahit, kerajinan tangan, pertanian dan perkebunan, serta lainnya.

Berdasarkan data Kemenakertrans tahun 2011, jumlah Balai Latihan yang sedang beroperasi adalah 237 Balai Latihan milik Pemerintah Propinsi/ Kabupaten/Kota terdiri dari 195 Balai Latihan Kerja Industri, 18 Balai Latihan Ketransmigrasian dan 24 Balai Pengembangan Produktivitas.
           
Sedangkan Kemenakertrans mengelola 18 Balai Latihan yang terdiri dari 11 Balai Latihan Kerja Industri, 6 Balai Latihan Ketransmigrasian dan 1 Balai Pengembangan Produktivitas.

Disamping itu, saat ini sedang dibangun 58 BLK yang belum beroperasi karena menunggu kesiapan infrastruktur terutama kelengkapan gedung workshop, peralatan pelatihan dan instruktur.

Dengan demikian apabila seluruh BLK yang telah dibangun dan beroperasi maka seluruhnya akan menjadi 313 Balai Latihan. Pelatihan kerja juga diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan jumlah lebih dari 3.000 lembaga.  [kmntrs]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU