Terbukti Korup, Agusrin Najamuddin Belum Juga Dipenjara

Jakarta, Seruu.com - Praktisi hukum, Johnson Panjaitan mempertanyakan posisi Kejaksaan yang hingga kini belum juga menjebloskan Politisi Demokrat yang juga Gubernur Bengkulu Non Aktif, Agusrin Najamuddin ke penjara setelah divonis bersalah dalam kasus korupsi oleh Mahkamah Agung dalam sidang kasasi.

"Apa karena dia orang penting Partai Demokrat di Bengkulu, ini kan aneh, kalau yang lain belum juga divonis sudah mendekam berbulan-bulan di penjara, sementara yang satu ini sejak awal sudah beda perlakuannya," tuturnya saat dihubungi seruu.com, Rabu (18/1/2012).

Menurut Johnson apa yang terjadi terhadap Agusrin justru menegaskan bagaimana aparat hukum di negeri ini masih tebang pilih dalam melakukan penegakan hukum. "Mereka masih pilih bulu dalam menegakan aturan, persamaan di depan hukum pada praktiknya di Indonesia hanya omong kosong belaka. Terlebih pemimpin para birokrat ini tidak pernah tegas dan hanya bisa bicara untuk pencitraan bukan bicara untuk dilaksanakan dan dibuktikan," tandasnya.

Seperti diketahui hingga saat ini kejaksaan belum melakukan eksekusi atas putusan Mahkamah Agung yang memvonis Agusrin Najamuddin 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta atau subsider tiga bulan kurungan karena terbukti korupsi anggaran APBD senilai Rp 20 miliar.

Agusrin yang kembali terpilih saat kasus korupsinya tengah bergulir di pengadilan kini statusnya nonaktif sebagai Gubernur Bengkulu.

Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Pudji Basuki Sogiono menegaskan rencana Peninjauan Kembali (PK) Agusrin tidak akan menghalangi eksekusi putusan hukuman Mahkamah Agung (MA).

"Peninjauan kembali (PK) tak akan menghalangi eksekusi putusan hukum dari MA, kami masih menunggu salinan putusan itu," ujar Pudji di Bengkulu, seperti dilansir dalam situs resmi Kejaksan Agung, Selasa, (17/1/2012).

Pudji yang baru menjabat sebagai Kajati Bengkulu tersebut mengatakan, eksekusi Agusrin akan dilakukan berdasarkan lokus delicti, yakni dilaksanakan di Bengkulu. Namun, hingga kini pihaknya mengaku belum menerima salinan putusan MA sehingga belum ada tindak lanjut apa apa terhadap putusan itu. [musashi]
 

 

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU