Pesan Megawati untuk Kader PDIP : Ubah Demokrasi yang Digerakkan Uang
Wakil Sekjen DPP PDIP Ir Hasto Kristianto
Ini pesan Ibu Megawati Soekarnoputri kepada seluruh kader PFDIP dimanapun berada. PDIP akan menjadi partai yang menghapus demokrasi yang digerakan uang - Hasto Kristianto

Temanggung, Seruu.com – Wakil Sekjen DPP PDIP Ir Hasto Kristianto menyatakan, PDI Perjuangan tetap berkomitmen menjadi partainya wong cilik yang berlandaskan demokrasi secara gotong-royong. PDIP juga akan mengubah demokrasi yang digerakkan oleh uang.

”Ini pesan Ibu Megawati Soekarnoputri kepada seluruh kader PFDIP dimanapun berada. PDIP akan menjadi partai yang menghapus demokrasi yang digerakan uang,” kata Hasto Kristianto kepada ratusan kader PDIP pada HUT PDIP ke- 39 sekaligus Sosialisasi Hasil Rakernas dan do'a bersama bagi keselamatan warga lereng Gunung Sindoro di Balaidesa Gentingsari Kecamatan Bansari, Temanggung (Jateng), Rabu (18/1/2012).

 Hasto Kristanto menyatakan langkah perubahan politik demokrasi yang digerakkan uang saat ini sudah membuat demokrasi tersandera. "Fraksi PDIP DPR RI terus berusaha merevisi UU Pemilu yang sekarang yang menyuburkan demokrasi yang digerakkan uang ini. Demokrasi dalam sejumlah pemilukada yang dimenangkan PDIP di Jateng seperti di Solo dan Yogyakarta menunjukkan bahwa demokrasi bisa didorong dengan semangat kerakyatan dan gotong royong," kata Hasto.

Dalam pemilukada, kata Hasto, uang bukanlah segala-galanya. Jika dalam pemilikada, calon bisa menyentuh kepentingan rakyat, pasti akan berhasil. "Kekuatan kita adalah kolektivitas kekeluargaan, yang kuat merangkul yang lemah. Seperti pesan Bung Karno, dalam berpolitik kita tidak hanya memikirkan politik saja, tapi juga ekonomi wong cilik, budayanya dan sebagainya. Tapi ironisnya yang terjadi dengan pemerintahan sekarang adalah manusia menindas manusia dan manusia ditindas sistem," tegasnya.

Liberalisme kapitalis pun kini tanpa tedeng aling-aling diterapkan pemerintah. Seperti beras impor, bawang impor, tembakau impor, garam impor yang masuk ke Indonesia nol persen tanpa bea masuk. "Padahal di negara-negara kapitalis, seperti Jepang dan AS saja, masih ada penghalang bea masuk, misal beras Indonesia yang dibeli Rp 5.000 per kilogram, di Jepang dikenakan bea masuk dan harganya menjadi Rp 20 ribu per kilogram," ungkap Hasto. [py]
 

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU