Pakar Hukum Pidana : Angelina Kunci Untuk Bongkar Suap Wisma Atlet
KPK harus buktikan BBM itu benar. Fee itu sudah diserahkan dan itu sudah dibagikan. Kalau ini bisa dibuktikan, Angelina pantas menjadi tersangka,"

Jakarta, Seruu.com - Status anggota DPR Angelina Sondakh layak ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka dalam kasus Wisma Atlet Palembang yang menjerat Muhammad Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat. Nama Angelina acap disebut dua saksi sekaligus terpidana kasus itu: Mindo Rosalina Manullang dan Mohammad El Idris.  "Kuncinya ada di Angelina," kata Jamin Ginting, pakar hukum pidana, di Jakarta, Kamis (19/1/2012) siang.

Menurut Jamin, setidaknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menggali kebenaran pembicaraan antara Rosa dengan Angelina lewat BlackBerry Messenger soal fee proyek wisma atlet. "KPK harus buktikan BBM itu benar. Fee itu sudah diserahkan dan itu sudah dibagikan. Kalau ini bisa dibuktikan, Angelina pantas menjadi tersangka," terang Jamin.

Tak cuma Jamin, bekas Wakil Jaksa Agung Chairuman Harapat pun geregetan dengan gerak lambat KPK dalam menuntaskan kasus ini. "KPK seharusnya bisa menindaklanjuti nama-nama yang terungkap dalam persidangan," kata Chairuman.

Sebelumnya, saat dihadirkan sebagai saksi, Rosa bicara blak-blakkan. Dia merinci siapa saja orang-orang yang meraup keuntungan dari proyek wisma atlet, termasuk Menpora Andi Alifian Mallarangeng dan adiknya, Zulkarnain ’’Choel” Mallarangeng. Kedunya disebut-sebut menerima uang dari PT Anak Negeri.

Tak hanya itu, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, pimpinan Badan Anggaran DPR Mirwan Amir, Ketua Komisi X Mahyudin, anggota Komisi X Angelina Sondakh, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR I Wayan Koster, Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga ’’dicokot’’ Rosa.

Sementara El Idris menyebutkan, Yulianis bisa menjadi saksi kunci atau pintu mengungkap kebenaran dan aktor intelektual di balik kasus Wisma Atlet SEA Games. Menurut dia, Yulianis adalah pihak yang menerima uang, yang diduga komitmen fee dari PT Duta Graha Indah (DGI).

Manajer Marketing PT DGI itu menjelaskan, pihaknya menyerahkan empat lembar cek senilai Rp 4,3 miliar kepada Yulianis dan Oktarina Furi pada awal 2011. Itu adalah 13 persen dari uang muka wisma atlet yang dimenangkan PT DGI.

Rosa menyebut, Yulianis adalah orang yang bertanggung jawab atas keuangan PT Permai Grup. Bahkan Yulianis punya akses atas tiga buah brangkas yang sebelumnya dikatakan cuma bisa diakses oleh Nazaruddin dan istrinya, Neneng Sri Wahyuni. [ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU