Bela Gayus, Hotma Sebut Denny Indrayana Tukang Bual
Hotma Sitompul

Jakarta, Seruu.com - Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, dituding sebagai tukang bual. Tudingan itu dilontarkan Hotma Sitompul, saat membacakan nota pembelaan (pledoi) bagi Gayus Tambunan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (19/1).

Menurut Hotma, pada Mei 2011 Denny pernah melontarkan pernyataan tentang asal uang di pundi-pundi Gayus Tambunan. Denny, sebut Hotma, juga mengungkapkan tentang aliran uang Gayus dan lokasi penyimpanannya. Hanya saja, waktu itu Denny meminta waktu untuk mengunkapkannya.

"Tapi sampai pledoi ini kami susun, tidak ada perkembangan soal itu. Jelas pernyataan Denny itu hanya bualan semata," tuding Hotma di hadapan majelis hakim yang diketuai Suhartoyo.

Pengacara senior itu juga menilai Denny yang pernah duduk sebagai Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, tak lebih dari sekedar pemburu jabatan. "Pernyataan-pernyataan Denny hanya untuk mengangkat citra diri dan meraih jabatan," kata Hotma.

Diungkapkannya pula, Gayus pernah menerima intimidasi dari Denny. Padahal, awalnya Gayus menganggap Denny sebagai Dewa Penolong lantaran menjanjikan banyak keringanan dan akan memposisikan mantan pegawai Ditjen Pajak itu sebagai whistle blower.

Nama lain yang disentil Hotma adalah mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein. Menurut Hotma, Yunus pernah menuduh Gayus punya tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Namun ternyata tudihan itu tidak pernah terbukti. "Yunus hanya ingin membangun citra agar menjadi bisa terpilih menjadi Ketua KPK. tapi sayangnya gagal total," ucap Hotma.

Diberitakan sebelumnya, Gayus dituntut dengan hukuman delapan tahun penjara serta denda Rp 1 milar subsidair enam bulan kurungan. Gayus dijerat dengan empat dakwaan sekaligus. Di antaraya dakwaan menerima gratifikasi dari PT Arutmin, Bumu Resources, Kaltim Prima Coal dan PT Metropolitan Retailmart. Gayus juga didakwa menyuap petugas Rutan Brimob, melakukan tindak pidana pencucian uang, serta menerima suap. [ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU