Pemberontak Suriah Menyerah dan Tinggalkan Homs

Beirut, Seruu.Com - Para pemberontak Suriah yang dikalahkan meninggalkan kubu mereka di Homs yang hancur, menyerah terhadap serbuan angkatan darat selama 26 hari terhadap kota itu yang telah menjadi simbol pemberontakan selama setahun melawan Presiden Bashar al-Assad.

Para aktivis mengatakan angkatan darat Suriah tengah memulai perburuan dan pembunuhan terhadap kaum pemberontak yang tinggal untuk melindungi "penarikan taktis" kawan-kawan dari distrik kota itu, Baba Amro, yang dikoyak pertempuran, lapor Reuters.

Seorang tokoh pro-pemerintah mengatakan tentara telah "memutuskan nadi" pemberontakan dan penarikan mundur pemberontak menandai kemenangan segera terhadap pemberontakan yang didukung Barat.

Segera kemudian, Palang Merah internasional mengatakan pihak berwenang Suriah pada akhirnya memberi "lampu hijau" untuk membawa bantuan ke Baba Amro Jumat (2/3).

Bersamaan dengan tersebarnya berita penarikan, tayangan video yang dirilis di Internet nampak memperlihatkan tubuh wartawan Amerika Marie Colvin dan fotografer Prancis Remi Ochlik sedang dimakamkan di Homs, tempat dimana mereka tewas dalam pemboman delapan hari lalu.

Wartawati Prancis Edith Bouvier, yang terluka dalam pemboman yang sama, dan William Daniels lolos menuju Lebanon Kamis (1/3), kata Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, merupakan yang terakhir dari segelintir wartawan yang terjebak di kota itu.

Pemberontakan bersenjata dan prajurit yang membelot telah menjadi ujung tombak pemberontakan melawan Assad yang kebanyakan mulai dengan protes damai yang terinspirasi oleh Kebangkitan Arab, namun membesar sesudah penindasan berdarah pemerintah.

Laporan-laporan dari Homs, yang dianggap sebagai benteng perlawanan pemberontak, tidak dapat segera diverifikasi akibat pembatasan ketat pemerintah terhadap operasi media di Suriah.

Paling sedikit 17 pemberontak dibunuh dengan pisau setelah mereka dikejar di lapangan yang berdekatan, kata seorang aktivis kepada Reuters.

Tembakan terpencar terdengar di Baba Amro dan pemboman sporadis menghantam distrik-distrik di dekatnya, kata para aktivis. Tingkat tembakan pertempuran keseluruhan nampaknya telah mereda.

Salju menyelimuti kota, tempat dimana ratusan orang tewas dan penduduk kekurangan makanan, bahan bakar, listrik, air dan sambungan telepon, kata para aktivis.

"Angkatan Darat Suriah Merdeka dan para pejuang lain telah meninggalkan Baba Amro," kata seorang aktivis dari Homs. "Mereka keluar." [ant]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar