Asuransi Raksa Kembali Makan Korban, Nasabah Merasa Dirugikan
Bapak Irwan Ferryal, konsumen dari BCA Finance

Jakarta, seruu.com - Kredibilitas dari Asuransi Raksa Pratikara kembali dipertanyakan menyusul penolakan terhadap klaim kehilangan mobil yang diajukan oleh Bapak Irwan Ferryal, konsumen  dari BCA Finance.

Menurut salinan laporan polisi bernomor LP/K/155/VII/2012/Sek Tebet, yang kami dapatkan,  tertulis pada 18 Juli 2012, jam 06.30 WIB, diketahui telah terjadi tindak pidana pencurian di bengkel Sumber Jaya di Jalan Casablanca No.18 Kel. Menteng Dalam kec Tebet Jaksel.

"Jadi saat itu saya sedang membetulkan mobil Merk Ford Everest , B 8108 IR di Bengkel milik Bapak Wahyu di kawasan jalan Casablanca No.8 Jakarta Selatan. Nah mobil itu kemudian hilang dicuri," tutur Irwan.

Dari uraian kronologis di laporan tersebut tertulis bahwa posisi mobil saat hilang, kunci dan STNK kendaraan ada di pemilik bengkel, yaitu Bapak Wahyu.

"Usai kejadian kami langsung melaporkan ke Polsek Tebet sehingga muncul laporan ini," lanjut Irwan menjelaskan.

Pada saat bersamaan Irwan juga melaporkan hal tersebut ke pihak asuransi dalam hal ini Raksa Pratikara yang ditunjuk oleh BCA Finance untuk menangani asuransi di perusahaan leasing tersebut.

" Nah akhirnya kami mendapat jawaban pada tanggal 20 September 2012 yang menyatakan bahwa kasus itu adalah penggelapan dan bukan pencurian sehingga asuransi berhak untuk menolak klaim," terang Irwan.

"Padahal polisi dalam penyidikan menyatakan kasus kami adalah pencurian," imbuh Irwan.

Akibat dari pernyataan asuransi tersebut, hingga kini Bapak Irwan harus membayar kewajiban angsuran sebesar 4,7 juta rupiah kepada BCA Finance.

Upaya untuk mempertanyakan keputusan sepihak asuransi Raksa terus dilakukan oleh pihak Irwan yang merasa sangat dirugikan.

"Jelas kami keberatan, tapi sanggahan yang kami lontarkan berdasarkan laporan polisi ternyata terus dibantah oleh pihak asuransi melalui surat keduanya tertanggal 9 Oktober 2012 yang tetap menyatakan itu penggelapan. Padahal sekalipun mereka tidak pernah kekantor polisi untuk mengkonfirmasi fakta hukum yang ada saat memberikan bantahan itu," tandas Irwan.

Saat kami mengkonfirmasi kasus tersebut ke  pemilik Bengkel, Wahyu, didapatkan keterangan bahwa pelaku pencurian adalah montir yang bekerja di bengkelnya. "Jadi dia cuma montir yang membetulkan mobil, sementara kunci dan STNK ada pada saya, tidak pernah saya serahkan ke orang lain, termasuk untuk tes drive" tutur Wahyu.

Ia juga membantah tudingan yang dibuat secara sepihak oleh asuransi yang menilai dirinya dan si montir yang saat ini buron. " Orang itu nggak pernah saya izinkan menginap di tempat kerja karena memang tidak ada tempatnya. Jadi saat kejadian saya benar-benar kecolongan dan terpukul," tuturnya.

Akibat kejadian tersebut Wahyupun otomatis terkena imbas dengan harus berbagi kewajiban dari angsuran pak Irwan ke BCA Finance.

"Jelas sangat keberatan dengan itu, karena posisi saya juga korban. Sehingga pernyataan asuransi yang bilang itu penggelapan seolah menuduh saya bekerjasama untuk melakukan pencurian, ini menyakitkan, sekaligus fitnah keji buat saya. Polisi saja tidak berasumsi seperti itu kok, buktinya saya nggak ditahan," papar Wahyu.

Saat ini kasus yang ditangani Polsek Tebet tersebut masih dalam tahap penyidikan dan rencananya besok akan naik ke tingkat selanjutnya dengan penetapan tersangka.

Baik Irwan maupun Wahyu sebenarnya berharap agar pihak asuransi raksa mau untuk menempatkan persoalan ini secara fair sesuai ketentuan hukum berlaku.

"Jadi nggak sembarangan dan seenaknya saja bilang ini penggelapan atau itu pencurian dengan mengabaikan keterangan polisi. Jadi buat apa ada polisi dong, kan kami yang rugi. Jangan-jangan memang seperti ini pola asuransi raksa menangani konsumennya yang orang kecil dan bukan siapa-siapa," keluh Irwan.

Asuransi Raksa Pratikara sendiri berkantor di gedung Wisma BSG lantai 3, Jalan Abdul Muis No.40 Jakarta Pusat.

Dari penelusuran seruu.com kasus keluhan konsumen terhadap layanan klaim yang dirasa menyulitkan dari Asuransi Raksa juga pernah terjadi di terhadap saudari Treesy Anna Christanti yang beralamat di Wisma Permai IX/22 Surabaya.

Saat itu pihaknya merasa dirugikan dengan penanganan yang tidak profesional dan terkesan lepas tanggung jawab terhadap mobilnya yang diasuransikan secara allrisk dan kebetulan mengalami kecelakaan.

"Terus terang saya sangat menyesal, mengapa BCA Finance kurang mengawasi cara kerja rekanan Asuransinya PT Raksa Pratikara yang hingga 6 bulan atau SETENGAH TAHUN mengerjakan mobil saya masih tetap dengan kondisi yang malah merusak mesin mobil," keluh Treesy saat itu di media. [Mus]

Tags:

Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar