Komisi III Tetap Lakukan Pemilihan Hakim Agung
Ahmad Dimyati Natakusumah (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Proses uji kepatutan dan kelayakan terhadap para calon hakim agung di DPR telah selesai. Dan Hari ini, Rabu (23/01/2013), Komisi III DPR RI sekitar pukul 16.30 WIB mulai melakukan proses pengambilan suara terhadap delapan orang calon Hakim Agung yang akan dipilih DPR.

Anggota Komisi III DPR, Ahmad Dimyati Natakusumah menilai proses seleksi Calon Hakim Agung, yang dilakukan oleh Komisi Yudisial (KY) sebelum dilimpahkan ke DPR untuk dilakukan fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) sangat kurang memuaskan.

Dimyati menuding pihak KY tidak melakukan proses seleksi dengan benar, sehingga 24 orang Calon Hakim Agung yang telah menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III, semuanya memiliki kualitas yang kurang memuaskan.

"Kita pertanyakan KY ini karena kita memilihnya berat juga. Hasil fit and proper test ini berat, tapi akan kita pilih, mau tidak mau berdasarkan aturan yang ada. Kalau bicara kualitas memang agak sulit, karenanya kita akan pilih yang tidak terlalu buruk saja," kata Dimyati di Gedung DPR, Jakarta, Rabu.

Sementara, Anggota DPR RI, Poempida Hidayatulloh Djatiutomo mengatakan bahwa walau kualitas calon hakim agung berbeda-beda namun pemilihan akan tetap dilakukan berdasarkan opini dan bukan kualitas.

"Kualitasnya memang beda-beda. Tapi kan pemilihan berdasarkan opini, bukan kualitas. Jadi bisa saja yang terpilih yang kualitas tidak terlalu bai," kata Poempida saat dihubungi Seruu.com, Rabu (23/01/2013).

Tapi, lanjutnya, perlu diingat semuanya harus bekerja dalam sistem. Hakim Agung pun akan bekerja dalam pengawasan tentunya. Jadi semuanya akan ada balancing process.

Saat ditanya bagaimana dengan calon Hakim Agung yang telah melontarkan pernyataan kontroversial tentang pemerkosaan, Daming Sanusi, Poempida menjawab, dapat dipastikan Daming tidak akan terpilih.

Untuk diketahui, saat ini masing-masing fraksi di parlemen menuliskan nama-nama calon hakim agung pilihan mereka, dengan ketentuan maksimal delapan orang, sehingga diperbolehkan bagi tiap fraksi untuk memilih dibawah delapan. Hanya saja, nanti setelah dihitung suaranya, Komisi III akan memilih delapan besar.

Dan dalam pantauan Seruu.com, hingga saat ini, suara untuk Daming Sanusi masih nol atau belum ada satupun yang memilih Calon Hakim Agung yang kontroversial dengan pernyataannya tentang pemerkosaan beberapa waktu yang lalu. [Cesare]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar