Diduga, Anas Tahu Soal Kriminalisasi Antasari
Anas Urbaningrum (Dhanny Krisnadhy/Seruu.com)
"Masih segar dalam ingatan adanya isu yang berkembang sebelum dibunuhnya (alm) Nasrudin dalam kasus Antasari yang juga diduga sebelum terjadi pembunuhan juga terlibat pembicaraan dengan Anas,"--Yurisman Ketum Snak Markus

Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sport Center, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Solidaritas Nasional Anti Korupsi dan Makelar Kasus (Snak Markus) Yurisman, menduga bahwa Anas adalah salah satu tokoh kunci yang dapat membongkar kasus hukum yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, salah satu kasus besar yang kemungkinan diketahui oleh Anas adalah misteri penembakan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen yang belakangan melibatkan mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

"Masih segar dalam ingatan adanya isu yang berkembang sebelum dibunuhnya (alm) Nasrudin dalam kasus Antasari yang juga diduga sebelum terjadi pembunuhan juga terlibat pembicaraan dengan Anas," kata Yurisman dalam keterangan pers nya kepada Seruu.com di Jakarta, Minggu (24/02/2013)

Untuk itu, dia berharapa bahwa Anas dapat menjelaskan duduk persoalan secara utuh terkait kasus yang menjerat Antasari dengan hukuman pidana 18 tahun penjara itu. "Disini perlu keterbukaan dari Anas untuk menjelaskan hal tersebut karena banyak kasus di negeri ini diketahui oleh Anas. Jadi kejujuran yang harus disampaikan agar tidak ada kebohongan di negara ini," ujarnya.

Sementara itu, terkait kasus Hambalang yang menjerat Anas, Yurisman berpendapat bahwa hal ini harus diserahkan pada mekanisme hukum yang berlaku. Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), lanjutnya, juga harus bersikap tenang dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan kredibilitas HMI.

"Kalau memang Anas terbukti bersalah maka hukum harus ditegakkan. Tapi kalau dia tidak bersalah maka dia harus bebas," tandasnya.

Diketahui, Anas sendiri telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Langkah ini dia tempuh selang satu hari setelah KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka kasus Hambalang. [nurholis]
 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar