Seruu Radio   Index Berita   Suara Pembaca   Foto   Video   Mobile   Iklan Baris Hari ini: Sabtu, 25 Mei 2013 19:06

PRODUK TERBARU IKLAN BARIS

Alat Listrik Loyal Murah !!
Dapatkan Alat Listrikkualitas bagus dengan harga murah di ODEN HousewareKABEL LISTRIK LOYALAyo hubungi kami,YM : syarief_oden | indah.oden |..
MAXIMUM PAWERFUL OBAT KUAT SEX TAMBAH TENAGA SEX 0..
SAUQI SHOP HP.081381111519 PIN BB : 2951EEB0Obat Kuat Maximum Powerful Kuat Sex 168 Jam Nonstop Rp.175.000,-Obat kuat import yang kehebatann..
Margahayuland
Margahayuland - bagi anda yang berminat dan berniat untuk membeli sebuah apartement, silahkan dlihat dulu referensi dari kami dimargahayulan..

Berita Lainnya

Abraham Samad : Keterangan Sri Mulyani Bisa Bongkar Kasus Century
Sabtu, 25 Mei 2013 - 15:09

Jakarta, Seruu.Com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengonfirmasikan kabar terbaru dari pemeriksaan Sri Mulyani Indrawati di Washington DC, Amerika Serikat. Pasalnya, SMI memberikan keterangan baru terkait kasus Bank Century. Selengkapnya

KPK Tingkatkan Kasus Korupsi UI Ke Penyidikan
Sabtu, 25 Mei 2013 - 14:55

Jakarta, Seruu.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan indikasi tindak pidana korupsi dalam proses pengadaan teknologi informasi perpustakaan pusat Universitas Indonesia. Selengkapnya

BNN Sebut Kejaksaan Tak Serius Berantas Narkoba

Selasa, 5 Maret 2013 - 13:18 · Topik: tumpas-narkoba
Foto Ilustrasi

Pekanbaru, Seruu.Com - Deputi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) V Sambudiyono menuding pihak Kejaksaan belum serius memerangi narkoba di Indonesia, hal ini terlihat dari terus tertundanya eksekusi mati terhadap 71 terpidana gembong narkoba.

"Kami merasakan itu kontrapoduktif dengan upaya BNN memerangi narkoba," kata Sambudiyono kepada pers pada Raker Pemberdayaan Alternatif untuk Memerangi Narkoba, di Pekanbaru, Selasa (5/3/2013).

Ia mengatakan, melaksanakan eksekusi mati terhadap terpidana merupakan kewenangan dari pihak Kejaksaan.

Berdasarkan catatan BNN, sebanyak 71 orang divonis hukuman mati, 51 narapidana di antaranya warga negara asing.

Namun, hingga kini belum ada satu pun yang dieksekusi.

Sambudiyono mencatat eksekusi terakhir terhadap gembong narkoba terjadi pada 2003 di Medan, Provinsi Sumatera Utara.

"Sedangkan di dalam Lapas mereka (gembong narkoba) masih operasional dan kadang-kadang mereka jadi ATM," tegasnya.

Ia menilai lambannya penindakan hukum dari pihak Kejaksaan sudah mencederai itikad politik dari pemerintah untuk memerangi narkoba yang sudah tertuang dalam Instruksi Presiden No.39 Tahun 1999.

Di sisi lain, ketika BNN terus berupaya agar timbul kesadaran dari masyarakat untuk berani memerangi peredaran narkoba di lingkungannya, akan jadi tidak efektif tanpa didukung dengan penegakan hukum.

"Padahal, kalau dimengerti masing-masing melakukan tugas pokok dan fungsinya, otomatis akan menimbulkan sinergitas," ujarnya.

"Kenapa eksekusi mati untuk kasus terorisme cepat, tapi begitu kasus narkoba lama," lanjut Sambudiyono.

Ia mengatakan ancaman terhadap narkoba di Indonesia sudah sangat membahayakan, karena hasil penelitian BNN dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia periode 2011 menunjukkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 2,2 persen atau setara dengan 3,8-4,2 juta orang.

Angka tersebut di bawah proyeksi angka prevalensi internasional, sebesar 2,32 persen dan juga naik dibandingkan angka prevalensi tahun 2008 yang mencapai 0,21 persen. [ant/rn]

Griya Wisata
Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter Feed RSS Section Seruu.com

Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
Login Twitter Seruu.com    Login Facebook Seruu.com
Berita Seruu Lainnya close
Redaksi: redaksi@seruu.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Musyafaur Rahman di 0821-117-297-75 · moses_elrahman@yahoo.com · Blackberry: 2821FC2A