Kesaksian Kasat Reskrim Polres OKU Terkait Insiden Pembakaran
Markas Kepolisian Resort Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan dibakar oleh sekelompok oknum yang diduga anggota TNI pada Kamis (7/3/2013) pagi waktu setempat (Twitter)

Jakarta, Seruu.com - Peristiwa pembakaran kantor Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) serta pengerusakan kendaraan milik anggota polres OKU yang dilakukan oleh puluhan anggota TNI dari Batalyon 76/15 Alteleri Medan (Armed) Tarik Martapura diakui Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres OKU AKP Zulkarnain terjadi begitu cepat, hingga tidak sempat diantisipasi.

Melalui pesan singkat BlackBerry Messenger (BBM) yang diterima redaksi Seruu.com, Jumat (8/3/2013), AKP Zulkarnain menceritakan awal kejadian aksi brutal hingga mengakibatkan keluarganya harus diungsikan di tempat yang aman.

Berikut isi BBM Kasat Reskrim Polres OKU:

"Kejadian memang sangat cepat, sebelum apel pagi, saya  mendapat info dari anggota, dan staf Bupati yang mendapat info dari Dandim bahwa akan ada sekitar 95 anggota Armed akan datang ke Polres OKU untuk aksi damai meminta penjelasan kasus anggota TNI MD yang ditangani Polda. Karena pada saat itu Kapolres dan Wakapolres  tidak ada di tempat,  saya  melaporkan ke KA, dan beliau sudah mengetahui hal itu dan mengatakan bahwa itu aksi damai, silahkan terima. Kabag Ops juga sudah tahu aksi itu, dan memberikan approve kepada para PA untuk menerima dan yang akan memberikan penjelasan saya selaku Kasat Reskrim serta Kabag Ops, Dirkrimum juga menelpon saya agar memberikan penjelasan bahwa kasus TNI MD sudah tahap I, silahkan disampaikan. Saya juga sudha bersiap - siap menerima mereka di lapangan, menyediakan minuman Aqua, juga aula dipersiapkn jika mereka minta penjelasan," jelasnya.

"Namun kenyataannya begitu Armed datang gerombolan naik sepmor (Sepeda Motor) bawa bendera, gas - gas sepeda motor mereka di lapangan apel Polres, nendang - nendang mobil yang ada, langsung maki - maki para PA, bahkan mulai melakukan pemukulan kepada PA, KBO saya, pecahkan kaca SPK," terangnya.

Dalam aksi brutal tersebut, sang kasat pun tak luput dari dari target sasaran para anggota TNI yang kala itu terlihat bringas membabibuta hingga menabrakan sepeda motor ke tubuh Kasat Reskrim.

"Termasuk saya dikejar, ditolak - tolak (Didorong-dorong), dikerubuti dan ditabrakan dengan sepeda motor, beberapa Armed mencoba memukuli saya, alhamdulillah saya diselamatkan intel kodim yang pernah datang ke ruangan, dia menahan para Armed memukuli saya. Kemudian saya keluar pagar dan disambut dengan Armed yang baru datang naik sepeda motor. Syukurlah saat itu ada POM berpakaian sipil menarik saya, dan menyuruh saya ke Koramil di samping Polres," ungkap AKP Zulkarnain.

"Jalan - jalan menuju ke polres diblokir oleh mereka sehingga Damkar tidak bisa masuk. Banyak anggota polres yang babak belur termasuk juga Kabag Ops dipukuli, HP dibanting dan diinjak - injak. Demikian rekan - rekan sekilas kejadian kemarin. Info ini sekedar meluruskan isu yang berkembang, dan mengkoreksi keterangan yang diberikan oleh Kapuspen TNI semalam," pungkasnya. [Dhanny]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar