BJ Habibie: Wartawan Jangan Pernah Takut Dipecat
BJ Habibie (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Mantan Presiden Republik Indonesia ke-3 Baharudin Jusuf Habibie (BJ Habibie) mengaku bahwa dirinya telah membebaskan kemerdekaan pers pada era reformasi tahun 1998 silam.

Habibie yang menggantikan Soeharto yang telah mengundurkan diri dari jabatan Presiden pada tanggal 21 Mei 1998 ini mengatakan, hal itu dilakukannya karena ia menganggap ketika dirinya menjabat sebagai Presiden. Dirinya tidak bisa mengkoreksi dirinya sendiri.

"Saya memutuskan membebaskan Pers untuk mengoreksi diri saya sebagai Presiden. Sebab saya tak mampu mengoreksi diri saya sendiri," kata Habibie saat menjadi pembicara dalam acara Serial I Dialog Demokrasi dan Peradaban Internasional yang diselenggarakan PKS di Jakarta, Kamis (13/4/2013) malam.

Pers, kata Habibie yang juga mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia ke-1 ini, harus dibebaskan karena ia berpandangan bahwa Pers memiliki kemampuan untuk mengecek, apakah pemerintahan berjalan dengan baik atau tidak.

"Mereka lebih objektif dari pada saya melihat diri sendiri," tegas Habibie yang meraih gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian 'summa cumlaude' dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean ini.

Tak hanya itu, Pers kata Habibie juga sangat penting untuk bagi demokrasi di Indonesia. Ia pribadi lantas tidak mempermasalahkan, jika ada yang ingin menjadi kaya karena jaringan Pers. Namun yang jadi masalah tegas dia, adalah jika ada orang yang mencalonkan diri menjadi pemimpin partai, dan mempengaruhi semua media guna mendukungnya.

"ini baru bahaya," tegas Habibie yang juga sempat dijuluki 'Mr. Crack' ini.

Lebih lanjut pada kesempatan itu, Habibie juga berpesan kepada insan wartawan, agar terus-menerus memperjuangkan kebenaran. "Wartawan jangan pernah takut dipecat hanya karena tidak mau mengikuti kepentingan majikannya," demikian Habibie yang pernah mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana ini mengakhiri. [Wishnu]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar