Tolak Kenaikan Harga BBM, 3 'Mahasiswa Melawan' Sakit
Tiga mahasiswa yang mengatasnamakan 'Mahasiswa Melawan' yang melakukan aksi mogok makan dan jahit mulut mendesak pemerintah membatalkan rencana Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM), kondisinya melemah. (Foto : Simon/Seruu.com)
Tiga rekan kami, Angel (MHS UBK), Alfert (MHS UBK) dan Jati (MHS USNI) kondisinya makin turun

Jakarta, Seruu.com- Tiga mahasiswa yang mengatasnamakan 'Mahasiswa Melawan' yang melakukan aksi mogok makan dan jahit mulut mendesak pemerintah membatalkan rencana Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM), kondisinya melemah.

"Tiga rekan kami, Angel (MHS UBK), Alfert (MHS UBK) dan Jati (MHS USNI) kondisinya makin turun," kata Ade  Mahasiswa UBK saat ditemui Seruu.com, Senin (22/4/2013) Malam ini.

Menurutnya, kondisi ketiga rekannya diketahui melemah berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan tim medis. Meskipun kondisi mereka melemah, Sambung Ade, baik Angel, Alferd maupun Jati tetap melanjutkan aksi nekad itu.

"Kondisi Angel, jahitan dimulutnya mulai bernanah. Alferd sudah mual dan muntah-muntah. Jati pun kondisinya semakin melemah. Namun mereka tetap menjalankan rencana seperti semula, yaitu mogok makan dan jahit mulut sampai Pemerintahan gagal Susilo Bambang Yudhyono (SBY)-Boediono itu membatalkan rencana menaikan harga bbm, " pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, Tiga mahasiswa melakukan aksi jahit mulut dan mogok makan di depan kantor LBH Jakarta, Rabu (16/4/2013) lalu, untuk menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya dinaikkan pada awal Mei 2013. Keputusan menaikkan harga BBM disesalkan mengingat harga minyak dunia sedang turun.

Ketiga orang yang dijahit mulutnya berasal dari dua orang mahasiswa Universitas Bung Karno dan satu orang dari Universitas Satya Negara Indonesia.
[Simon]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
  1. Dina Anggraini

    kritik yang kurang membangun, terutama dalam cara pelaksanaannya karena menyakiti diri sendiri..kalo semisal kalian mati pejabat2 juga ga bakal gubris tindakan bodoh kalian yang menganiaya diri sendiri..sebagai mahasiswa seharusnya menyumbangkan ide yang akademis untuk menyelesaikan permasalahan ini, bukannya melakukan hal2 yang bodoh dan di luar nalar..

Peraturan Komentar