Priyo Budi Santoso: Pancasila Masih Dianggap Produk Orba

Jakarta, Seruu.com  - Perubahan dari era orde baru ke era reformasi telah merubah semua dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, hal itu terkuak dalam acara dialog kebangsaan bertajuk ‘Melalui Peningkatan Nilai-Nilai Pancasila Menuju Harmonisasi Unsur-Unsur Penegak NKRI’ yang digagas BEM se- Jakarta di Gedung Joeang 45, Rabu (24/4/2013).

Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengatakan, bahwa Pancasila dianggap sebagai produk orde baru yang syarat dengan kepentingan penguasa hingga akhirnya Pancasila pun sekarang mulai enggan untuk disentuh dan cenderung tidak diperdulikan.

“Pancasila semakin tidak populer serta memudar sehingga bangsa dan Negara Indonesia mengalami kehilangan jati dirinya. Nilai-nilai luhur Pancasila sudah semakin tergerus dalam kehidupan sehari-hari,” kata Priyo.

Menurutnya, salah satu karakter utama bangsa yang berjiwa Pancasila adalah mandiri, menjunjung tinggi toleransi dan suka bergotong royong. Karakter ini sudah sangat sulit dijumpai pada masyarakat Indonesia.

“Bangsa ini mulai kelihatan kurang mandiri dan sangat tergantung pihak luar, rasa toleransipun semakin kaku dan sulit menembus batas-batas primordialisme seperti agama, etnis, ras dan golongan,” terangnya.

Dikatakannya, Pancasila tak lagi menjadi sumber energi dan landasan utama dalam kehidupan masyarakat Indonesia, sehingga nilai teposiliro sekarang sudah semakin hilang dan amarah serta gesekan sosial smakin cepat melambung.

“Ternyata gesekan sosial yang terjadi akibat semakin lunturnya nilai-nilai kekeluargaan,” papar Priyo.

Lebih lanjut politisi Partai Golkar ini menegaskan bahwa sikap toleransi yang dahulu di hormati namun sekarang sudah hilang dan muncul ego-ego sentris.

“Nillai gotong royong yang ada dalam pancasila pun juga sudah mulai pudar dan saya mulai khawatir dan gusar akan nilai-nilai adiluhung Pancasila,” terang dia.

Sementara itu, Ketua Bidang Ideologi dan Politik MPC Pemuda Pancasila Ananda Ustajab Latief mengatakan bahwa saat ini sebagian masyarakat cenderung menganggap Pancasila hanya sebagai suatu simbol negara dan mulai melupakan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Padahal Pancasila yang menjadi dasar negara dan sumber dari segala hukum dan perundang-undangan adalah nafas bagi eksistensi bangsa Indonesia.

"Lunturnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, disebabkan oleh para pemimpin negara, Pancasila hanya dijadikan slogan di bibir para pemimpin, tetapi berbagai tindak dan perilakunya justru jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila," ungkap dia.

Dijelaskannya, lunturnya nilai-nilai Pancasila pada sebagian masyarakat merupakan awal sebuah malapetaka bagi bangsa dan negara kita. Fenomena itu sudah bisa kita saksikan dengan mulai terjadinya kemerosotan moral, mental dan etika dalam bermasyarakat dan berbangsa terutama pada generasi muda.

"Timbulnya persepsi yang dangkal, wawasan yang sempit, perbedaan pendapat yang berujung bermusuhan dan bukan mencari solusi untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, anti terhadap kritik serta sulit menerima perubahan yang pada akhirnya cenderung mengundang tindak anarkhis," pungkasnya. [Dhanny]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar