Putusan MK Soal Pilkada Palembang Sudah Final
Kuasa hukum Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Palembang Romi Herton-Hanojoyo menggelar pers di Jakarta, Senin (20/5/2013) malam (Foto: WIshnu/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Palembang Romi Herton-Hanojoyo telah dinyatakan oleh Mahkamah Konstitusi sebagai pasangan yang unggul dalam Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Kota Palembang 2013. Usai diputus oleh MK, Romi Herton-Harnojoyo beserta kuasa hukumnya langsung menggelar konferensi pers di Jakarta.

Kuasa Hukum Romi, Ari Yusuf Amir menyatakan pihaknya amat bersyukurnya atas putusan dari MK tersebut. Dia pun mengungkapkan, sejak diminta oleh Romi untuk menjadi kuasa hukum, Romi telah meminta kepada dirinya untuk bertindak secara profesional dan simpatik.

"Beliau (Romi) pun telah menunjukan, ketika beliau kalah delapan suara dalam Pilkada itu, tidak ada demo, tidak ada keributan, beliau menempuh jalur hukum. Inilah yang kita pegang, bahwa proses hukum lah yang kita utamakan," kata Ari dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/5/2013) tadi malam.

Ia pun sedikit bercerita ketika menyusun permohonan guna diajukan ke MK, timnya telah bekerja dengan keras. Siang-malam mereka bekerja mengumpulkan dan memvalidasi data-data dan bukti-bukti yang ada di lapangan, untuk diserahkan ke MK.

"Karena proses di MK ini terbatas waktunya. Dan memang sebetulnya di tim Pak Romi sendiri sudah memiliki tim advokasi yang bekerja semenjak awal. Jadi kita telah memiliki bukti-bukti yang cukup banyak, dan fakta-fakta yang cukup banyak yang terjadi di lapangan," cerita dia.

Namun karena waktu yang memang sangat terbatas, akhirnya mereka hanya bisa mengumpulkan bukti-bukti dari lima tempat pemungutan suara (TPS), yakni TPS 13 Kelurahan Karya Jaya Kecamatan Kertapati, TPS 5 Kelurahan Talang Semut Kecamatan Bukit Kecil, TPS 20 Kelurahan Talang Aman Kecamatan Kemuning, TPS 3 Kelurahan Suka Jaya Kecamatan Sukarami, serta TPS 13 Kelurahan Suka Jaya Kecamatan Sukarami.

"Kalau kita masih punya waktu, Insya Allah ada bukti yang jauh lebih banyak lagi. Jadi perolehan suara ini seharusnya jauh lebih banyak untuk Pak Romi. Tapi waktu memang terbatas sekali untuk mengumpulkan bukti yang konkrit, yang bisa kami kumpulkan secepat mungkin, yang bisa menunjukan kepada majelis hakim, bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang telah salah dalam melakukan penghitungan," ungkapnya.

Ari juga mengungkapkan, saat mengajukan permohonan ke MK, sebenarnya pihaknya mengajukan 32 suara. Namun hakim MK hanya memutuskan 23 suara. "Jadi sebagian permohonan kami yang dikabulkan," jelas dia.

Lebih lanjut ia pun menegaskan, bahwa putusan yang telah dikeluarkan oleh MK tersebut bersifat final dan mengikat. Oleh sebab itu pihak termohon, dalam hal ini KPU Kota Palembang, wajib melaksanakan apa yang telah menjadi putusan dari MK. Jadi, tidak perlu lagi memperdebatkan putusan tersebut.

"Putusan ini betul-betul berdasarkan fakta. Tidak bisa berasumsi lagi kita. Sidang MK itu terbuka untuk umum, semua melihat bukti yang diajukan, saksi mengatakan apa, lalu bagaimana kotak suaranya. Jadi kita tak bisa berdebat lagi disini. Angka-angka ini semua fakta," tegas dia.

Di dalam putusan MK itu, lanjut Ari, pihak KPU Kota Palembang diperintahkan untuk melaksanakan putusan. "Jadi tegaslah bahwa disebutkan kemenangan buat Pak Romi Herton, selisihnya menjadi 23 suara. Jadi sekarang kita hanya tinggal menunggu KPU memprosesnya untuk menetapkan Pak Romi Herton dan Harno Joyo sebagai pemenang Pilkada Kota Palembang 2013," kata Ari.

Sebelumnya, kemarin MK memutuskan membatalkan hasil rekapitulasi perhitungan suara Pilkada Kota Palembang oleh KPU pada 13 April 2013 lalu. Dalam putusannya, MK menetapkan pasangan Romi Herton-Harno Joyo sebagai pasangan yang unggul dalam Pilkada Kota Palembang 2013.

Lembaga pimpinan Akil Mochtar cs ini menyatakan, perolehan suara yang benar pasangan calon peserta Pilkada Kota Palembang Tahun 2013 secara keseluruhan di tingkat Kota Palembang adalah Pasangan Calon Nomor Urut 1 (Mularis-Husin) memperoleh 97.809 suara; Pasangan Calon Nomor Urut 2 (Romi-Harnojoyo) memperoleh 316.919 suara; Pasangan Calon Nomor Urut 3 (Sarimuda-Nelly) memperoleh 316.896 suara.

Dalam pertimbangannya, MK telah menghitung ulang surat suara dalam kotak suara di TPS 13 Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, TPS 5 Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, TPS 20 Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning, TPS 3 Kelurahan Suka Jaya, Kecamatan Sukarami dan TPS 13 Kelurahan Suka Jaya, Kecamatan Sukarami.

MK menemukan fakta bahwa terdapat perbedaan antara hasil hitung ulang surat suara yang dilakukan Mahkamah dengan bukti berupa Lampiran C1-KWK.KPU.

Sebagaimana diketahui, sesuai hasil rekapitulasi KPU Kota Palembang menyatakan pasangan Romi-Harno kalah tipis delapan suara dari pasangan Sarimuda-Nelly. KPU Kota Palembang menetapkan perolehan suara Romi-Harno 316.915 suara sementara Sarimuda-Nelly memperoleh 316.923 suara.

Dengan adanya hasil rekapitulasi dari KPU Kota Palembang tersebut kemudian membuat pasangan Romi-Harno mengajukan gugatan pembatalan hasil rekapitulasi KPU kota Palembang ke MK. [Wishnu]

Tags:

Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
  1. Junov Yopandu As Shi

    tetap cari solusi yg terbaik...agar tdk ada yg saling dirugikan...

Peraturan Komentar