Agoes : Produksi Batu Bara Akan Naik 14,63%
istimewa

Jakarta, Seruu.com - Menurut Chief Finansial PT. Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) , Agoes Soegiarto, tahun ini KKGI akan menargetkan produksi batu bara sebanyak 4,7 juta ton. Angka ini naik 14,63 % dari produksi tahun sebelimnya 4,1 juta ton.

Agoes juga mengklaim bahwa perseroan telah menghabiskan produksi batu bara sebanyak 966 ribu meterik ton di kuartal pertama tahun ini.

"Sebenarnya kita mengalami penurunan produksi di kuartal satu ini, lantaran cuaca yang tidak mendukung. Mudah-mudahan dengan target yang telah kami sepakati dapat mencapai produksi batu bara kami," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) KKGI di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Jumat (24/5/2013).

Agoes mengaku, pihaknya saat ini tengah fokus memproduksi batubara yang lebih tinggi kalorinya. Hal ini dilakukan agar nilai jual batubara perseroan lebih tinggi.

Sementara untuk penjualan batubara Perseroan, masih masih didominasi oleh China, Korea dan India.

"Mayoritas penjualan batubara kami atau sebesar 50 persen masih ke China, selebihnya ke Korea dan India," tambahnya.

Dia mengharapkan, dengan adanya peningkatan produksi di tahun ini dapat memberikan kontribusi pendapatan perseroan yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Sayangnya, Agoes enggan menyebutkan target pendapatan di tahun ini lantaran harga batu bara yang masih belum stabil.

"Kami tidak dapat menyebutkan target pendapatan dan laba bersih di tahun ini, kami hanya bisa menargetkan produksi batubara kami saja," jelas dia.

Selain itu, KKGI telah menghabiskan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar USD sekitar 20 persen - 30 persen dari capex yang dianggarkan tahun ini sebesar USD 5 juta.

"Sebenarnya kami telah merevisi capex tahun ini dari sebelumnya sebesar USD 3 juta menjadi USD 5 juta lantaran adanya rencana perseroan untuk membuka blok-blok baru dan sekitar 50 persen untuk pembelian sejumlah alat-alat berat," jelas dia.

Dia menambahkan, dana capex juga digunakan untuk memperbarui sejumlah alat eksplorasi batu bara yang sudah lama, agar bisa memproduksi lebih maksimal.

"Banyak alat yang sudah tua umurnya, jadi kami harus melakukan merevitalisasi, tapi biayanya tidak besar," tutupnya. [ary]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU