KPK Tingkatkan Kasus Korupsi UI Ke Penyidikan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad (Dok. Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan indikasi tindak pidana korupsi dalam proses pengadaan teknologi informasi perpustakaan pusat Universitas Indonesia.

Ketua KPK, Abraham Samad, menegaskan, KPK sudah meningkatkan kasus itu dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Menurutnya, nantinya akan disusun Laporan Kejadian Tindak Pidana (LKTP). Namun saat ditanya siapa yang sudah menyandang status tersangka dalam kasus ini, Abraham masih enggan menerangkannya.

"Sudah ditentukan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan, lalu nanti disusun Laporan Kejadian Tindak Pidana-nya, tapi belum ada Sprindik (Surat Perintah Penyidikan)," kata Ketua KPK Abraham Samad di sela-sela Lokakarya Jurnalistik Antikorupsi di Citarik, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2013).

Menurut Abraham, peningkatan status kasus berdasarkan gelar perkara yang dilakukan KPK. Sayangnya, Abraham enggan menjelaskan siapa orang UI yang berpotensi dimintai pertanggungjawaban secara hukum, termasuk saat disinggung apakah pihak tersebut merupakan Pejabat Pembuat Komitmen proyek bernilai Rp21 miliar.

Abraham hanya menyampaikan jika bagian penindakan KPK belum memberikan Sprindik kepada pimpinan KPK. "Bidang penindakan belum menyampaikan sprindiknya. Sprindiknya belum dibuat teman-teman di penindakan, jadi saya belum dikasih tahu," pungkas dia.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2012 menemukan adanya konsultan fiktif dalam pengadaan IT di perpustakaan UI tahun 2010-2011 dengan anggaran sekitar Rp 21 miliar. BPK menjelaskan modus yang ditemukan adalah pengelola seakan-akan menyerahkan pengadaan kepada perusahaan konsultan tertentu. Namun, dalam praktiknya pengadaan dilakukan orang dalam.  [Ksr]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar