Jokowi dan Karfat Korban Operasi Naga Merah?
Adian Napitupulu SH

Jakarta, Seruu.com - Sebuah pernyataan yang menarik dilontarkan oleh aktivis 98, Adian Napitupulu SH dalam memandang sejumlah peristiwa bernuansa politis yang menimpa sejumlah kader PDI Perjuangan, partai yang dipakainya sebagai perahu menuju Pemilu 2014.


Menurut Adian rentetan peristiwa tersebut yang kebetulan terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan atau bahkan bersamaan mengingatkannya pada istilah Operasi Naga Merah.


"Istilah itu dulu disampaikan Gus Dur dalam menganalisa kasus 27 Juli. Analisa dan istilah serupa menarik digunakan untuk menganalisa beberapa peristiwa terkait PDI Perjuangan di beberapa daerah belakangan ini," ujar Adian dalam rilisnya yang diterima redaksi seruu.com, Minggu (26 Mei 2013).


Di Jakarta, tutur Adian, upaya DPRD DKI menginterpelasi Jokowi nampak sangat mengada-ada dan menunjukan bahwa DPRD tidak rela kalau warga Jakarta dilindungi kesehatannya.

"Banyak yang menduga interpelasi DPRD didukung oleh broker alat kesehatan, industri farmasi dan RS Swasta. Terlepas dari dugaan itu, secara politik, Jokowi sebagai salah satu ikon Demokrasi dan Kerakyatan dari PDI Perjuangan sekarang sedang dihancurkan citranya. Sesungguhnya DPRD tidak mengiterpelasi Jokowi tapi mengiterpelasi hak-hak dasar dari rakyat yang menggaji mereka," tegasnya.


Ia kemudian membandingkan dengan peristiwa yang terjadi di Bogor, dimana sekitar 10 hari sebelum ditutupnya pendaftaran calon Bupati oleh KPU, tiba-tiba wakil Bupati dari PDI Perjuangan, Karyawan Faturahman ditetapkan tersangka oleh Polda Jabar melalui kasus ber-delik aduan 3 tahun lalu yaitu tahun 2010.


"Lucunya Wabup Bogor bukan jadi tersangka Korupsi, Narkoba atau perselingkuhan tapi ia disangka turut serta atau bersama-sama memproduksi, menyebarkan video porno. Nah lho bagaimana mungkin seorang Wabup bergelar Master Hukum yang mengurus 5 juta warga di 40 kecamatan dan 430 desa punya waktu untuk memproduksi, menyebarkan video porno. Sementara ribuan pengedar vcd porno Jabotabek masih bebas berkeliaran," paparnya menganalisa.


Sementara, lanjut Bacaleg DPR RI dari dapil V Jabar tersebut, di Bali, penyakit "diam" tiba-tiba jangkiti lembaga-lembaga survey nasional yg selalu agresif keluarkan Quick Count dalam tiap pilkada.


"Konon, di hari Pilkada, Bali sebagai pulau wisata internasional dan relatif aman tiba-tiba dibasis suara PDI Perjuangan terlihat banyak aparat dan itu tidak terjadi di basis non PDI Perjuangan. Alhasil, suara berubah, sedikit, hanya 0,4% tapi efektif merubah pemenang," terangnya.

Atas berbagai peristiwa tersebut, Adian kemudian melihat bahwa kuat dugaan Operasi Naga Merah di tahun panas 1996 sedang beraksi lagi di tahun politik 2013.

"Nah pertanyaannya, jika sejarah berulang apakah sejarah kemenangan PDI Perjuangan di 1999 juga berulang di 2014?," tutup Adian.


musashi

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU