Pembangunan PLTU Batang Akan Dimulai Awal Tahun 2014
PLTU (istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x1000 Megawatt di kabupaten Batang, Jawa Tengah akan dimulai pada 2014. Hal ini di pastikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui usai rapat koordinasi penyelesaian PLTU Batang di Jakarta, Jumat (24/5/2013).

"Persoalan tanah hanya sedikit lagi terselesaikan, sehingga groundbreaking tetap dilakukan pada 2014," ujarnya.

Hatta juga menambahkan, telah mendengar laporan dari pemerintah daerah dan PT Bhimasena Power Indonesia selaku investor PLTU, terkait masalah tanah yang menghambat proyek pembangunan pembangkit tersebut.

"Permintaan lahan 192 hektare, yang sudah beres 187 hektare, namun mereka memerlukan tambahan 39 hektare lagi. Ini pun sudah terselesaikan melalui pendekatan business to business," ujarnya.

Hatta juga telah meminta pengembang untuk melakukan pendekatan sosial budaya melalui pemberian tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar masyarakat mendapatkan manfaat dari pembangunan infrastruktur ini.

"Ini masih memerlukan penyelesaian, tadi sudah diputuskan pemerintah daerah dan Bhimasena untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat agar masalah bisa selesai," katanya.

Selain itu, ia menambahkan realisasi turunnya pinjaman utama tahap awal (financial closing date) proyek senilai 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp38 triliun ini, terjadi Oktober 2013.

Hatta berharap tidak ada lagi penolakan dari masyarakat terhadap pembangunan PLTU ini, terutama terkait masalah lingkungan hidup konservasi laut daerah dan puluhan hektare lahan pertanian yang menjadi kawasan proyek.

"Namanya masyarakat tentu kita ajak diskusi, tapi dengan sosialisasi mereka akan memahami betapa pentingnya proyek tersebut," ujarnya.

Begitu pula dengan Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji berharap pembangunan ini yang biayai melalui skema KPS dapat selesai tepat waktu dan tidak ada lagi masalah lain yang menghambat proyek ini.

Ia optimistis masalah izin analisis mengenai dampak lingkungan yang sempat dipermasalahkan oleh organisasi lingkungan hidup, tidak lagi menganggu pembangunan proyek yang sempat terbengkalai selama setahun terakhir.

"Masalah amdal memerlukan waktu, ini belum selesai. Nanti pada saatnya selesai, waktunya cukup untuk menyelesaikan proyek," kata Nur Pamudji. [ary]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar