Dampak BBM Naik, Bertambahnya Kemiskinan
ilustrasi (istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana mengakui, kenaikan harga BBM bersubsidi akan berdampak pada kenaikan angka kemiskinan. Jika saat ini di kisaran 9,50-10,50 persen, akan menjadi 11,85- 12,10 persen di tahun ini.

"Jika kita hitung batas atasnya, kenaikan angka kemiskinan itu sekitar 1,6 basis poin," ujar Armida di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (27/5/2013) malam.

Rencana pemerintah menaikan harga BBM subsidi pada pertengahan bulan Juni diprediksi akan menggerek angka inflasi ke level 7,2 persen atau naik dari asumsi inflasi APBN 2013 yang berada di kisaran 4,9 persen.

Naiknya tingkat inflasi tersebut, rupanya mengakibatkan jumlah orang miskin di Indonesia semakin bertambah.

Senada dengan Armida, Menteri Keuangan Chatib Basri mengungkapkan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan menciptakan sekitar 4 juta orang miskin baru.

"Tentu dari data dan estimasi tadi angka kemiskinan akan meningkat, jumlahnya sekitar 4 juta orang," ujar Chatib.

Lebih jauh Chatib mengklaim pemerintah telah membuat strategi agar dampak kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut tidak akan terlalu memberatkan masyarakat terutama kelompok miskin dan hampir miskin.

"Karena kenaikan BBM ada efek inflasi, maka program mitigasi seperti BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyaraat) dan program lain kita siapkan untuk mengatisipasi terjadinya shok," tandas Chatib.

Meski mengetahui bahwa kenaikan BBM bersubsidi akan berdampak pada kenaikan jumlah orang miskin. Namun Chatib tetap berkeyakinan, kebijakan tersebut adalah langkah yang tepat untuk menjaga defisit APBN yang sudah sangat mengkhawatirkan.[ary]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar