Menkeu Nilai BLSM tidak Mendidik
Seorang nenek sumringah usai menerima Bantuan Langsung Tunai berupa uang (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Rencana pemerintah untuk memberikan paket kompensasi atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sempat menuai kritik dari berbagai kalangan. Lantaran, pemberian bantuan terutama Bantuan Langsung Sementara Masyrakat (BLSM) berupa uang tunai Rp150.000 selama 5 bulan dinilai tidak mendidik.

Menanggapi sikap berbagai kalangan itu.  Menteri Keuangan Chatib Basri, justru mempertanyakan logika tersebut. Menurut dia, pada saat terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi maka akan memicu kenaikan harga. Dengan begitu tingkat daya beli masyarakat akan menurun.

"Saya kasih analogi begini, anda kalau harga naik tidak bisa beli makanan lalu anda dikasih kail. Bukannya mancing, malah masuk angin dia nanti di laut," kata Chatib di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Baginya, pada saat kemampuan konsumsi masyarakat menurun maka yang harus dilakukan adalah membantu masyarakat agar mampu membeli konsumsi dasar mereka. "Makanya harus di kasih makan dulu baru bisa nanti bisa mancing dia," ujar dia.

Maka atas dasar itulah Chatib menjelaskan, pemerintah menyiapkan paket kebijakan kompensasi untuk mengurangi shock akibat kenaikan BBM bersubsidi baik berupa BLSM, Raskin, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Siswa Miskin (BSM) maupun program infrastruktur dasar.

"Tapi programnya juga harus dilihat keseluruhan, ada yang sementara seperti BLSM tapi ada juga yang lanjutan berupa penciptaan lapangan kerja, Raskin, BSM maupun PKH," tutup Chatib. [Wishnu]


 

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar