Diduga Terencana, Pembunuhan Tito Kei Libatkan Orang Dalam?
Tito Refra Kei (Kiri) berjabat tangan dengan mantan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Rajab (Dok.Seruu.Com)

Bekasi, Seruu.com - Penembakan yang meneewaskan Fransiskus Refra atau yang akrab disapa Tito Refra Kei diduga sudah terencana dengan baik. Sejumlah kerabat Tito mengemukanan bahwa berdasarkan informasi yang mereka terima, pelaku memahami kondisi tempat kejadian perkara dengan baik. Hal itu terlihat dari waktu pembunuhan yang tepat karena saat itu Tito dalam kondisi lengah tanpa kawalan. Terlebih, pelaku mengetahui Tito tengah bermain kartu. Padahal, tidak tiap malam Tito main kartu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Cosmas Refra, pengacara sekaligus adik sepupu Tito. Menurut dia, pembunuhan tersebut diduga direncanakan dengan baik. Pasalnya, pelaku hanya melepaskan satu kali tembakan untuk melumpuhkan Tito dan satu tembakan untuk Ratim (70), pemilik warung tempat Tito bermain kartu.

"Saya menduga pelaku sudah observasi terlebih dahulu, tidak bisa sembarangan orang itu. Kalau tidak ada orang dalam yang memberi info, tidak mungkin orang luar bisa tahu," ujar Cosmas, Sabtu (01/06/2013).

Meski demikian, kerabat serta keluarga besar Tito Refra mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus pembunuhan tersebut kepada kepolisian. Cosmas berharap polisi bisa segera mengungkap pelaku pembunuhan ini.

Hal senada ternyata juga diungkapkan oleh Kepolisian Resort Metro Bekasi yang melakukan olah TKP di lokasi penembakan usai kejadian. Meski demikian Kapolres Bekasi Kota Komisaris Besar  Priyo Widianto mengatakan bahwa sejauh ini hal tersebut masih berupa dugaan awal, "Ini masih dugan" ujarnya.

"Kami menduganya seperti itu, pelaku sudah menggambar lokasi dan mengetahui siapa saja yang biasanya berada di warung kopi itu. Kalau unsur dendam belum kami temukan, karena pelaku belum teridentifikasi," imbuh Priyo.

Tito Refra dibunuh dengan cara ditembak di bagian kepala pada Jumat sekitar pukul 20.00 WIB di warung milik Ratim di Jalan Titian Raya Indah, RT 03 RW 11, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat. Pelaku diduga berjumlah satu orang.

Selain Tito, pelaku juga menembak hingga tewas pemilik warung berama Ratim (70). Tito tewas dengan peluru menembus bawah mata kanan keluar di rahang kanan. Sementara itu, Ratim tewas dengan luka tembak di dadanya. Jenazah Tito dan Ratim kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diotopsi, setelah sempat dilarikan ke RS Ananda di Bekasi. [gendis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar