Kemenperin Tak Khawatir BBM Naik
istimewa

Jakarta, Seruu.com - Meskipun ada rencana kenaikan harga BBM subsidi di akhir triwulan II ini, tak membuat Kementerian Perindustrian merevisi asumsi pertumbuhan industri dengan alasan pelaku industri sejak 2005 sudah diwajibkan menggunakan bahan bakar non subsidi.

Hal ini di jelaskan oleh Seketaris Jendral Kemenperin Ansari Bukhari, dari perhitungan pihaknya memang ada kemungkinan kenaikan rata-rata biaya produksi 1,2 persen akibat kenaikan premium dan solar dalam waktu dekat. Namun dampaknya tidak akan mengganggu pertumbuhan industri.

"Secara keseluruhan hitungan kita, paling tidak bisa dipertahankan pertumbuhan industri sama seperti triwulan I, 6,69 persen," ujar Ansari saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Ansari menambahkan, sejak lima tahun terakhir ini pertumbuhan industri selalu lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi makro nasional. Pasalnya, investasi di sektor industri relatif tinggi dan stabil. Berkaca dari kondisi itu, Ansari yakin pertumbuhan tahun ini tetap sesuai rencana.

"Target kita pertumbuhan industri akhir tahun nanti masih 7,1 persen, lebih tinggi dari tahun lalu tumbuh 6,8 persen. Sejak 2005 hingga 2008, pertumbuhan industri di bawah ekonomi, sejak 2011, pertumbuhan di atas ekonomi," paparnya.

Triwulan I, pertumbuhan industri non-migas mencapai 6,69 persen. Cabang industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi antara lain industri logam dasar besi dan baja yang tumbuh 13,4 persen, industri pupuk kimia 11,41 persen, industri alat angkut, mesin, dan peralatan 10,51 persen, serta industri barang kayu dan hasil hutan 7,67 persen.

Dengan pertumbuhan tersebut, ekspor industri non-migas selama triwulan I mencapai USD 28,2 miliar atau menyumbang 61,11 persen dari total ekspor nasional. Sementara untuk impor sebesar USD 32,15 miliar.

Meski neraca ekspor-impor industri non-migas defisit, Ansari tidak khawatir, karena yang masuk dari luar negeri rata-rata barang modal.

"Sebagian besar impor itu barang modal dan bahan baku, akibat tumbuhnya investasi di sektor industri Tanah Air," tegasnya.[ary]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar