Enam Poin Menarik dibalik Mutasi 10 Kapolda
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Mutasi di Polri, terutama mutasi 10 kapolda adalah mutasi biasa karena adanya sejumlah pejabat tinggi (Pati) dan kapolda yang akan pensiun.

Hal ini disampaikan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane melalui pesan elektroniknya kepada Seruu.com, Sabtu (8/6/2013).

"IPW menilai ada enam poin yang menarik untuk dicermati dari mutasi menjelang pergantian wakapolri dan kapolri kali ini, " ujar dia.

Pertama, dimunculkannya perwira-perwira muda untuk memegang wilayah (jadi kapolda). Dalam hal ini Kapolri sepertinya ingin mempersiapkan perwira - perwira mudanya untuk mengantisipasi pemilu dan pilpres 2014.

Kedua, lanjut Neta, dimunculkannya perwira dari lembaga pendidikan Polri untuk memegang wilayah (jadi kapolda). Di sini Kapolri sepertinya ingin balas jasa kepada perwira-perwira yang sudah sekian lama mengabdi di lembaga pendidikan sehingga diberi kesempatan untuk memegang jabatan strategis, seperti kapolda.

"Strategi ini juga untuk menepis asumsi bahwa lembaga pendidikan adalah "tempat pembuangan", " jelasnya.

Ketiga, khusus untuk  Jawa Barat pergantiannya tergolong aneh karena kapoldanya baru menjabat, belum ada setahun. Bandingkan dengan kapolda Sumatera Utara dan Jawa Timur yang sudah dua tahun lebih.

"Sehingga patut dipertanyakan, apakah pergantian Kapolda Jawa Barat itu berkaitan dengan kasus Susno Duadji yang berlindung ke Polda Jawa Barat saat akan ditangkap aparat kejaksaan," katanya.

Keempat khusus untuk Jatim, ditempatkan Kakorbrimob menjadi kapolda Jawa Timur adalah dalam rangka mengantisipasi kamtibmas menjelang pilgub, pemilu, dan pilpres 2014.

Kelima khusus untuk Sumatera Utara, kapolda baru diharapkan lebih dapat melakukan pendekatan kepada masyarakat, terutama di lokasi pertambangan dan perkebunan.

"Sehingga konflik di wilayah tambang dan perkebunan bisa dicegah, terutama konflik antara masyarakat dengan polisi yang di era Kapolda Wisnu sangat banyak terjadi. Selain itu Kapolda baru diharapkan dapat memberantas perjudian yang kian marak, terutama togel yang sudah memakan korban sejumlah polisi," bebernya.

Keenam, kata Neta, khusus untuk Riau, pergantian kapoldanya sepertinya berkaitan dengan maraknya perjudian di daerah itu dan belum lama ini justru tim Mabes Polri yang melakukan penggerebekan lokasi perjudian di Riau.

"IPW memberi apresiasi kepada Kapolri yang telah melakukan mutasi besar-besaran ini. Para kapolda baru diharapkan bekerja profesional sebagai polisi," tandasnya. [Simon]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar