Kuota Haji Dikurangi, DPR-Pemerintah akan Lobi Saudi

Jakarta, Seruu.Com - Ketua Fraksi PPP DPR RI Hasrul Azwar membenarkan  adanya  kebijakan pemerintah Arab Saudi  yang akan mengurangi kuota haji  tahun 2013, untuk seluruh dunia termasuk Indonesia sebesar 20 persen.

Kebijakan itu dikeluarkan karena keterlambatan penyelesaian rehabilitasi Masjidil Haram. Indonesia akan terkena dampak pengurangan jamaah hajinya  sebanyak 42.200  orang atau sekitar 20 persen dari total jamaah haji Indonesia sebanyak 211 ribu jamaah.

Komisi VIII DPR RI  telah membahasnya dengan Dirjen Haji dan memutuskan Kemenag RI bersama DPR RI akan membentuk Tim guna tidak mengurangi kuota jamaah haji Indonesia.  

"Rencananya pada 19 Juni tim itu akan berangkat ke Saudi untuk menemui Menteri Urusan Haji Arab Saudi, guna meminta secara resmi agar tidak ada pengurangan kuota jamaah asal Indonesia," tandas Hasrul pada wartawan Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (12/6/2013).

Kalau pengurangan kuota tersebut terjadi, maka yang akan terkena dampaknya antara lain dari Sumut dan Aceh dikurangi 20 persen juga. “Komisi VIII DPR telah menerima surat  tembusan  dari pihak Kedubes Arab Saudi di Indonesia, yang menjelaskan soal kebijakan pengurangan kuota jamaah haji tersebut. Surat itu dari Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi tertanggal 22 Rajab 1434 H dan diterima pada Kamis, 6 Juni lalu,” ujarnya.

Menurut pemerintah Arab Saudi, akibat keterlambatan renovasi Masjidil Haram tersebut, maka daya tampung yang semula 48 ribu jamaah menjadi 22 ribu jamaah dalam satu jam.
"Dan, untuk menjamin keselamatan, kenyamanan, dan keamanan, maka pemerintah Arab Saudi mengurangi jumlah kuota sebesar 20 persen untuk seluruh dunia," jelas Hasrul lagi.

Calon jamaah haji Indonesia yang semula mendapat kuota 211.000, maka dengan kebijakan baru itu  akan berkurang menjadi 168.800 orang. Atas kebijakan pengurangan itu dipastikan  berdampak  pada daftar tunggu jamaah haji, atau waiting list.  

“Kalau dikurangi 42.200 orang,  calon yang sudah masuk daftar tunggu dan yang sudah siap berangkat akan tertunda, sehingga makin banyak daftar tunggunya," tambah politisi PPP itu.

Dalam rapat dengan Dirjen Haji lalu lanjut Hasrul, Kemenag RI memastikan  bahwa proses pengurangan kuota jamaah haji Indonesia dilakukan secara adil, transparan, dan proporsional sesuai dengan urutan nomor porsi di masing-masing provinsi saat mendaftar (first come first serve by system).

Dengan demikian, bagi calon jamaah haji yang akan terkena kebijakan tersebut, Kemenag RI menjamin akan kepastian mendapatkan alokasi kuota keberangkatannya pada tahun 2014, dan tidak akan dikenakan biaya tambahan. "Tapi, kita berharap Saudi akan menerima permohonan Tim DPR-pemeirntah nanti,"  pungkas Hasrul. [Munif]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar