Bupati Terpilih Barito Utara Dilaporkan ke Kabereskim Polri
Ilustrasi (Istimewa)
Bahwa adanya dugaan ijazah palsu yang dilakukan oleh Nadalsyah adalah ketika kami menemukan fotocopi ijazah SMP yang dikeluarkan tertanggal 25 April 2012 oleh SMP Negeri I Muara Teweh atas nama Nadalsyah dan ijazah kejar paket C milik atas nama Nadalsyah --

Jakarta, Seruu.com - Bupati terpilih Barito Utara Kalimantan Tengan, Nadalsyah, dilaporkan warga ke Kaberiskrim Polri terkait dugaan pemalsuan ijazah. Nadalsyah diketahui memalsukan ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah, dan ijazah Kejar Paket C pada kelompok belajar PKBM TUNAS KELAPA Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.

Ijazah dipalsukan Nadalsyah untuk kepentingan kelengkapan administrasi pencalonan dirinya sebagai calon bupati (Cabup) Barito Utara Provinsi Tengah. Dengan ijazah palsu itu, Nadalsyah mendaftarkan diri sebagai Cabup pada tanggal 7 Maret 2013. Berbagai pihak, dari dinas pendidikan setempat hingga LSM sudah menuntut KPU membatalkan pencalonannya. Namun, tuntutan tersebut diabaikan.

Nadalsyah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh warga Barito Utara yang tidak lain adalah tetangganya, Sunaryo Haji Sugianto. Sunaryo sudah melakukan investigasi ke sekolah yang ijazahnya dipalsukan Nadalsyah. Tidak hanya itu Nadalsyah juga sudah melakukan kroscek ke pihak-pihak terkait, siswa sekolah, dinas pendidikan, dan kepala sekolah.

“Bahwa adanya dugaan ijazah palsu yang dilakukan oleh Nadalsyah adalah ketika kami menemukan fotocopi ijazah SMP yang dikeluarkan tertanggal 25 April 2012 oleh SMP Negeri I Muara Teweh atas nama Nadalsyah dan ijazah kejar paket C milik atas nama Nadalsyah,” kata Sunaryo pada wartawan di Jakarta, Rabu (31/7/2013).

Pemalsuan itu merupakan tindakan pidana sebagaimana ketentuan pasal 263 KUHP. Karena itu, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Untuk Penegakan Hukum (AMPUH) akan gelar unjuk rasa di kantor Mabes Polri, Kamis (1/8/2013). Kata Kordinator Aksi, M Alfan Ramadhan, aksi yang akan dilakukan pada pukul 13:00 WIB itu akan diikuti lebih dari 1.000 massa dari Barito Timur.

“Setalah dikroscek fisik ijazah Nadalsyah jika dibandingkan dengan ijazah asli teman seangkatan yang ijazahnya dikeluarkan pada tanggal dan tahun yang sama, ditemukan banyak kejanggalan. Di antaranya, tidak ada tanda tangan Nadalsyah pada fotonya. Foto yang ditempel kelihatan telah dewasa dibandingkan dengan foto ijazah anak SMP I Muara Teweh yang dikeluarkan pada tahun 1981,” ujarnya.

“Ijazah kejar paket C milik Nadalsyah pada kelompok belajar PKBM Tunas Kelapa yang dikeluarkan pada tanggal 4 Agustus 2012 juga patut diduga palsu. Indikasinya, terjadi perbedaan tanggal lahir di ijazah SMP Nadalsyah di ijazah SMP dan Ijazah Paket C.  Di SMP tertata tanggal 12 maret 1964, sedangkan di ijazah kejar paket C tercatat 12 Maret 1965,” tambah Sunaryo.

Selain itu lanjut Sunaryo, tanda tangan tangan dalam ijazah berbeda dengan tanda tangan pada absensi ujian kejar paket C. Masih banyak kejanggalan lainnya. Salah satunya, nomor induk ijazah SMP milik Nadalsyah bila dikroscek di website Diknas, ternyata bukan atas nama Nadalsyah, tapi atas nama Rosita.

“Pemalsuan ijzah adalah lex specialis diatur dalam Undang-Undang khusus yakni diatur dalam Undang - Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2013 tentang sistem Pendidikan Nasional. Dalam UU tersebut, pemalsuan ijazah dapat dipidana dan atau didenda,” pungkasnya. [MNF]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar