Perppu MK Cacat Konstitusional
Achamd Basarah (Dok. Seruu.com)
Presiden bertindak seolah-olah legislatif dan yudikatif sekaligus. Karena merampas kewenangan dari DPR dan MA - Achamd Basarah

Jakarta, Seruu.com - Langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Perpu tentang Mahkamah Konstitusi (MK) dianggap cacat konstitusional dan berpotensi menumpuk kekuasan baru di Komisi Yudisial (KY). Pasalnya, peraturan yang dirancang sepenuhnya oleh presiden itu menghapuskan kewenangan milik lembaga tinggi negara lainnya.

"Presiden bertindak seolah-olah legislatif dan yudikatif sekaligus. Karena merampas kewenangan dari DPR dan MA," kata Anggota Komisi III Achamd Basarah  kepada Seruu.com, Jumat (18/10/2013).

Kewenangan yang dimaksud Basarah adalah hak MA dan DPR untuk mengusulkan hakim konstitusi. Hak ini diatur dalam pasal 24 huruf c UUD 1945 yang menyebutkan bahwa presiden, DPR dan MA masing-masing memiliki jatah mengusulkan tiga orang calon hakim konstitusi.

Namun, mengacu Perpu MK, setiap hakim konstitusi yang diusulkan ketiga lembaga itu harus diseleksi lagi oleh panel ahli.

"Ini jelas menabrak ketentuan pasal 24 huruf c UUD 1945, dan merampas  kewenangan dari DPR dan MA, " terangnya.

Selain itu, menurutnya, perihal komposisi majelis kehormatan hakim konstitusi yang bersifat tetap ( pasal 27A ayat 5) tanpa melibatkan unsur hakim konstitusi didalamnya berpotensi menghambat MK dalam menegakan keadilan substansial. Lanjutnya, dan menjadikan MK cenderung formalistik karena kekuasan majelis kehormatan yang sangat besar terutama dalam pemberian sanksi juga rawan disalahgunakan

"Perpu ini merupakan bentuk amandemen UUD 1945 secara terselubung oleh Presiden. Ini kan wewenang MPR. Buat apa?, " tanya Basarah

"Jadi perpu sepatutnya ditolak DPR dan segera mendorong revisi UU MK dengan pembahasan yang mendalam, bukan didasari perasaan emosional demi tegaknya MK sebagai THE GUARDIAN OF IDEOLOGI AND THE GUARDIAN OF CONSTITUTION, " tandas politisi muda asal moncong putih itu.[Simon]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar