Kubu Anas: Ada Intervensi Kekuasaan Terkait Penggeledahan KPK
Anas Urbaningrum, Pendiri Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Kuasa hukum Anas Urbaningrum, Firman Wijaya menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah bertindak diskriminatif terhadap kliennya terkait penggeledahan kediaman istri Anas, Atiyah Laila dalam kasus dugaan korupsi Sport Center, Hambalang.
 

Firman menjelaskan, pada saat penggeledahan ada jejak Edi Baskoro Yudhoyono (Ibas) di kediaman Atiyah, namun KPK tidak mengambil barang-barang yang berkaitan dengan putra dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Untuk itulah dia menduga ada intervensi kekuasaan terkait penggeledahan tersebut.

"Ada jejak Ibas di rumah Bu Athiyyah. Kenapa tidak diambil? Harusnya ada jejak siapa pun dibuka saja, jangan diskriminatif. Saya mencium ada intervensi kekuasaan dalam penggeledahan itu," kata Firman di Kantor Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (15/11/2013)

Selain itu pada kesempatan yang sama, ia juga menyebut KPK telah melakukan pelanggaran prosedural dalam penggeledahan dikediaman Atiyah, pasalanya barang-barang yang tidak berkaitan dengan duduk perkara malah disita oleh komisi antirasuah tersebut. Seperti penyitaan paspor milik Atiyah dan beberapa unit handphone.

"Apa urusannya paspor diambil? Harusnya kalau memang dilarang bepergian kan harusnya ada pencekalan dulu," ujarnya.

Terkait hal ini, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk mengadukan KPK ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). "Saya sudah sampaikan pada Bang Buyung, ada pelanggaran HAM dan pelanggaran SOP dalam penggeledahan. Saya sedang pikirkan serius apakah bisa dilaporkan ke Komisi HAM PBB," kata Firman. [nr]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar