Bebaskan Corby, Bukti Inkonsitensi Pemerintah
Schapelle Leigh Corby. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Anggota Komisi Hukum DPR, Aboe Bakar Al-habsyi mengatakan Ratu Mariyuana asal Australia, Schapelle Leigh Corby tidak layak diberi pembebasan bersyarat.

Aboe menilai pembebasan bersyarat yang akan segera diteken dalam waktu tiga hari oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsuddin adalah bukti adanya inkonsitensi pemerintah atau mungkin pengistimewaan terhadap Corby.

"Saya rasa Corby tidak layak untuk mendapatkan pembebasan bersyarat. Namun kalau Pak Amir mau memberikannya, apa mau dikata?" kaAboe Bakar kepada Seruu.com, Kamis (06/02/2014).

Dijelaskan oleh Aboe, pemerintah melalui Menkumhan telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012, yang semangatnya pengetatan remisi dan pembebasan bersyarat untuk napi koruptor, narkoba dan teroris.

Namun, lanjutnya, bila Corby diberikan remisi, berarti pemerintah telah melakukan inkonsistensi dalam menjalankan kebijakan tersebut, bahkan bisa dikatakan ada ketidakadilan.

Apalagi, tambahnya, sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah memberi grasi kepada Corby berupa pengurangan hukuman selama lima tahun. Selain itu, Corby juga mendapatkan pengurangan hukuman 6 bulan bertepatan dengan peringatan 17 Agustus 2013.

"Kita semua tak ingin Corby diistimewakan dengan mendapatkan perlakuan khusus dengan menerabas PP No 99 tahun 2012." Tegasnya.

Politisi PKS ini beralasan bahwa Corby bukanlah justice collaborator, sebagai Ratu Mariyuana dirinya tidak mau bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar jaringan sindikat narkoba.

"Oleh karenanya sesuai dengan PP yang telah diterbitkan Menkumham seharusnya tak layak diberikan fasilitas remisi ataupun pembebasan bersyarat,"tandasnya.

Sebelumnya, laman berita Australia, theage.com menulis jika Corby akan dibebaskan bersyarat dari Lapas Kerobokan, Bali.

Dan pada Rabu (5/2/2014), Menkumham, Amir Syamsuddin, juga mengatakan bahwa dokumen pembebasan bersyarat untuk Corby akan selesai pekan ini.

"Permohonan sedang diproses, tinggal saya tanda tangani. Saya janjikan kalau ini akan selesai dalam tiga hari, Insya Allah," kata Amir.

Corby sendiri menjadi terpidana di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Bali selama 20 tahun sejak putusan Mahkamah Agung, 12 Januari 2006 lalu, setelah dinyatakan bersalah telah menyelundupkan ganja seberat 4.1 kilogram yang ditemukan pada tasnya saat tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar pada tahun 2004 silam.

Dan selama menjadi pesakitan, Presiden SBY sudah memberikan grasi kepada Corby melalui Keppres No 22/G Tahun 2012, sehingga Corby mendapat pengurangan hukuman menjadi 15 tahun. Selain itu, dalam kurun waktu 2006-2011, Corby juga mendapatkan remisi 25 bulan dari pemerintah. [Cesare]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar