Takdir Pemenang Pilpres 2014

Kita tidak tau seperti apa cerita masa lalu Jokowi, tetapi pria kurus itu tiba tiba muncul di pentas politik nasional. Ketika Megawati yang selama 10 tahun puasa politik sebagai oposan, merelakan pencapresan PDIP kepada Jokowi. Padahal tidak ada yang salah andai Mega menggunakan hak politiknya bertarung sebagai kandidat, seperti ketua ketua partai yang lain.

Semua bermula ketika Megawati dan JK mendiskusikan nama "ajaib" tersebut untuk bertarung di Pilgub DKI. Waktu itu hasilnya, Megawati setuju PDIP mengusungnya sebagai Cagub DKI. Jokowipun naik kelas dari Walikota Solo menjadi Gubernur DKI dengan modal minimalis, blusukan.

Jokowi kian bersinar bersamaan dengan teriknya suhu tahun politik 2014. Nama Gubernur DKI ini terus bertengger sebagai pemuncak berbagai lembaga survey. Karena fakta survey itu, ditambah kematangan berpolitik Megawati, membuatnya yakin mengikhlaskan memberi mandat kepada Jokowi untuk maju sebagai Capres PDIP.

Itulah rangkaian episode menentukan dari perjalanan suratan takdir Jokowi.

Kini di tengah hiruk pikuk Pemilu Legislatif dan masih kosongnya figur bakal pendamping Jokowi. Muncul fenomena yang mirip, semua lembaga survey menempatkan nama JK yang syarat pengalaman ekonomi-politik dan misi misi kemanusiaan tersebut, senantiasa bertengger pada posisi teratas sebagai cawapres.

Bahkan ketika dipaket dengan Jokowi, keduanyapun pun tak tergoyahkan di posisi teratas, mengungguli pasangan lainnya. Jokowi-JK, suatu ketika pernah menembus angka survey 52 persen. Sehingga diyakini bahwa pilpres akan berlangsung hanya satu putaran jika pasangan Jokowi-JK maju pada Pilpres 2014.

Akankah juga suratan takdir JK, yang mulanya bersama sama Megawati Soekarno Putri sebagai "penemu satria piningit," itu akhirnya bersanding dengan Jokowi? Hanya Allah SWT yang tahu. Kalau duet Jokowi-JK betul jadi kenyataan, maka inilah isyarat kuat bahwa Pilpres 2014 akan dimenangi paket takdir yang direstui Allah untuk Indonesia, Jokowi-JK

Tapi ini bukan sembarang takdir. Mungkin saja Allah merasa sudah waktunya menurunkan rahmatNya kepada bangsa Indonesia sebagaimana yang pernah dicita citakan pendiri Republik, Soekarno-Hatta.

Sebab antara Jokowi dan JK terdapat perpaduan yang mengIndonesia. Secara geopolitik berpadunya keterwakilan Jawa luar Jawa, Jokowi dengan dukungan luas dari masyarakat, ditopang oleh kualitas, dan pengalaman yang matang nan-luas oleh JK, komposisi usia junior dan senior membuat keduanya dipadankan dengan pasangan Presiden Amerika Serikat, Obama-Joe Biden.

Seperti peran Biden bagi Obama. JK kelak akan tampil jika diperlukan melakukan lobi lobi politik manakala Jokowi sebagai presiden membutuhkannya untuk mengatasi kebuntuan terutama di parlemen. Mengingat JK memiliki hubungan lintas partai dan memiliki kemampuan lobi yang mumpuni. Sehingga setiap program yang dilaksanakan Jokowi bersama kabinetnya dengan komposisi duet hebat ini diharapkan bakal mengantarkan tercapainya Indonesia Hebat!

Dengan perpaduan ini pula memberi harapan bagi Indonesia untuk menjadi bangsa besar, negara berpenduduk mayoritas islam terkuat di dunia, serta berpeluang mendapatkan hak sebagai pemilik Hak Veto di Perserikatan Bangsa Bangsa mewakili negara negara berpenduduk muslim. Perpaduan Jokowi-JK, mewakili kaum nasionalis-religius, akan menciptakan harmoni di negeri ini. Spirit yang akan menjadikan Indonesia damai adil sejahtera dengan pemimpin yang dicintai rakyat serta hubungan internasional yang disegani seluruh negara di dunia. Dan itulah Indonesia Hebat yang kita akan tuju.

Jika keduanya berpasangan, maka sejarah Demokrasi Indonesia akan mencatat, sebuah ketulusan dan keikhlasan Megawati sebagai ibu bangsa memberi jalan kepada dua putra terbaik nusantara Jokowi-JK demi kemajuan negerinya. Inilah pengorbanan dan pengabdian tertinggi seorang politisi, yang belum pernah terjadi sebelumnya; menahan hasrat politik demi bangsa dan negara. Atas ini semua, sekiranya Bung Karno masih hidup, maka pasti "Sang Putra Fajar," itu akan sangat bangga menyaksikan darah dagingnya sungguh sungguh menjadi darah daging Indonesia.





Oleh Daiyan Rahim, Pemerhati Kandidat

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar