3 Catatan Menarik Di Tahun 2016
Ilustrasi Istimewa

Jakarta, Seruu.com- Indonesia Institute and Public Policy memaparkan 3 catatan menarik jelang tutup tahun. Catatan pertama, adalah kemampuan kepolisian dalam melakukan deteksi dini potensi ganguan keamanan baik yang di sebabkan oleh gerakan fundamentalisme maupun potensi keamanan lainnya sehingga secara umum keamanan secara nasional sangat kondusif.

 

“Ini catatan pertama yang menarik dalam tahun 2016,” jelas Direktur Indonesia Institute and Public Policy Taufan Hunneman dalam pesannya hari ini.

Catatan selanjutnya, kata Taufan, BUMN sejauh ini sudah menempatkan sebagai ujung tombak pembangunan di Indonesia dengan kemampuan menjalankan fungsi sebagai penyokong utama pembangunan infrastruktur. Serta ikut partisipasi dalam rangka ketahanan pangan.

“Disamping itu BUMN juga telah memaksimalkan potensinya untuk melakukan sinergis BUMN,” ucapnya.

Catatan terakhir, menurut Taufan, adalah memberikan apresiasi atas keberhasilan menjalankan program amnesty pajak.

Selain itu, kata dia, ada banyak keberhasilan pemerintahan sepanjang tahun 2016 ini namun Taufan mengingatkan bahwa kedepan pada tahun 2017 akan ada tantangan dan semoga ini bisa menjadi salah satu terobosan di tahun 2017. Tantangan yang dimaksud itu adalah pertama dalam bidang perkebunan sudah saatnya memberikan perhatian kepada produksi kelapa sawit yang mampu memberikan devisa besar bagi penerimaan negara nomer 2.

“Kelapa sawit kita menjadi kekuatan eksport terbesar di dunia. Karena itu tentu sebagai kekuatan eksportir nomer 1 didunia akan banyak upaya-upaya yang di lakukan pihak eksternal untuk menghambat produktifitas sawit nasional,” tuturnya.

Masih kata Taufan, bisa saja cara paling kuno dengan mempersoalkan terkait lingkungan hidup tidak menutup kemungkinan adanya konspirasi Internasional dengan mengatasnamakan LSM / NGO untuk mempermasahkan hal-hal yang tidak ada berupa rekayasa dan pembohongan data ini semua di lakukan sebagai bagian dri perang dagang dan ketidak inginan Indonesia menjadi kekuatan yang menghegemoni kelapa sawit di dunia.

“Kesempatan sangat baik saat ini dengan moratorium kelapa sawit di ikuti dengan perbaikan di semua sektor penunjang produksi kelapa sawit,” jelasnya.

Dikatakan Taufan, kedepan juga diperlukan adanya tim khusus untuk membangun komunikasi dengan para ulama dan cendikiawan agama agar ketegangan antar pemeluk agama dapat di minimalisir.

Tantangan terakhir, sambung Taufan, dalam bidang migas sebaiknya dibentuk BUMN khusus untuk menggantikan SKK Migas BUMN khusus memberikan kejelasan dan kepastian dalam legal entity satu badan disamping itu juga sebaiknya urusan dengan K3S di serahkan secara business to businness biar lebih leluasa melihat kontrak diantara entitas bisnis.

“Hak kedaulatan pengelolaan sumber daya tetap di tangan negara namun implementasi seluruhnya di serahkan kepada bumn khusus kesempatan tahun depan bersamaan dengan RUU Migas yang baru bisa mengatur perubahan SKK Migas menjadi BUMN khusus sehingga lebih jelas akan kepastian bagi investor disamping itu memberikan jenjang karir bagi pegawai SKK migas,” tandasnya.[nr/yoh]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU