Pasca Jambore Mahasiswa, NTT Dapat Bantuan Trilunan Dari Kementan
Mahasiswa kampus PGRI, region Nusa Tenggara Timur, Edi Dikson Kaesmetan (Edo), menyambangi kantor kementrian Pertanian untuk melakukan pembicaraan lebih serius terkait pembangunan pertanian di NTT bersama bupati Belu dan bupati kabupaten Malaka. Pertemuan itu menghasilkan teroboson yang baik bagi NTT terutama di daerah perbatasan

Jakarta, Seruu.com- Mahasiswa kampus PGRI, region Nusa Tenggara Timur, Edi Dikson Kaesmetan (Edo), mengapresiasi komitmen Kementerian Pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Indonesia Bagian Tengah tersebut.

 

Edo mengaku bahwa Menteri Pertanian Amran Sulaiman berjanji akan memastikan bantuan pertanian jagung di Kabupaten Malaka dan bantuan bibit sapi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Tak tanggung tanggung, bantuan tersebut diberikan untuk program selama lima tahun mendatang.

"Bantuan itu sangat bermakana. Ini sejarah pertama kali bagi kami karena kami hanya menyampaikan aspirasi terkait daerah NTT, tapi kok cepat sekali direspon oleh pak menteri. Luar biasa, dan ini terjadi di era pak Jokowi," kata Edo perwakilan mahasiswa NTT di agenda Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia hari ini.

Sebelumnya, Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia yang berlangsung di Cibubur Jawa Barat akhir pekan lalu menghasilkan sejumlah rekomendasi. Perwakilan Mahasiswa NTT, mengirimkan sembilan delegasi. Sejumlah menteri hadir untuk memaparkan program kerja pemerintah. Di antaranya Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menkominfo Rudiantara, anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto dan pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti.

Pemaparan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman di Silaturahmi Mahasiswa Indonesia memberikan spirit bagi mahasiswa untuk kembali ke desa dan membangun sektor pertanian di daerah masing masing. Ia juga menyampaikan tentang capaian kinerja Kementan selama dua tahun terakhir dan rencana jangka panjang Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045.

Saat diskusi, Mentan memberikan kesempatan kepada mahasiswa utk bertanya dgn membuka ruang tanya jawab. Lalu, seorang mahasiswa dari NTT, Edo mengacungkan tangan untuk bertanya. Moderator mempersilahkan Edo untuk bertanya. Edo bertanya kepada Bapak Mentan tentang bagaimana rancangan dan program pertanian untuk daerah perbatasan NTT yang dekat dengan Timor Leste.

Dari pertanyaan itu, Menteri Amran Sulaiman langsung mengajak Edo untuk berdiskusi lebih dalam di kantornya dan berniat mengundang Bupati Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka yang lokasinya dekat dengan Timor Leste. "adek-adekku boleh gak saya ajak Edo keluar sekarang. Mahasiswa langsung meresponnya, boleh banget pak. Edo kemudian bersama Menteri dalam satu mobil untuk membicarakan lebih serius terkait pertanian di wilayah perbatasan NTT. Kemudian menteri langsung menghubungi Bupati kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka untuk datang ke Jakarta dan bertemu dikantornya hari Senin jam 10 pagi.

Tiba hari Senin, Edo menyambangi kantor kementrian Pertanian untuk melakukan pembicaraan lebih serius terkait pembangunan pertanian di NTT bersama bupati Belu dan bupati kabupaten Malaka. Pertemuan itu menghasilkan teroboson yang baik bagi NTT terutama di daerah perbatasan.

Dalam acara Jambore Nasional, sebanyak 2000 mahasiswa dari 401 kampus seluruh Indonesia bertemu dan menyamakan persepsi mengenai kebhinekaan di Indonesia dan peneguhan komitmen untuk menjaga serta menjalankan ideologi Pancasila.

"Terima kasih yang tak terhingga bagi panitia yang sudah menyelenggarakan kegiatan jambore ini dengan menghadirkan menteri-mentri untuk memaparkan program pemerintah dan mengajarkan kami banyak hal tentang Nasionalisme, Kebhinekaan, Pancasila dan NKRI, " ucap Edo. [smn]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU