XXX
Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM), Zainal Arifin Mochtar.

Jakarta, Seruu.com - Terkait masalah uji materi tentang masa jabatan Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), diharapkan pihak Mahkamah Agung (MA) lebih bijak. Perubahan tata tertib DPD tentang masa jabatan pimpinan yang sebelumnya 5 tahun menjadi 2,5 tahun sempat menimbulkan kisruh di internal lembaga tersebut.

Menurut Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM), Zainal Arifin Mochtar, MA harus meluruskan logika yang keliru mengenai aturan tentang pimpinan DPD tersebut.

"MA harus benar-benar wise melihat proses yang terjadi di balik gonjang ganjing (periode jabatan) 2,5 tahun," ujar Zainal saat di acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/3).

Pada rapat paripurna DPD beberapa waktu lalu, telah disepakati tata tertib baru yang memuat ketentuan masa jabatan pimpinan DPD adalah 2,5 tahun. Sesuai jadwal DPD, rapat paripurna pemilihan pimpinan baru DPD akan digelar tanggal 3 April mendatang.

Untuk itu, Zainal meminta MA untuk tidak hanya melihat secara tekstual melainkan secara konteks penuh bahwa ada proses politisasi atau lobi politik di balik pergantian tata tertib yang dianggap serampangan tersebut.

Masa jabatan 2,5 tahun itu juga dianggap mustahil karena syarat keanggotaan DPD adalah 5 tahun. Surat Keputusan (SK) pengangkatan masing-masing anggota juga menyatakan menjabat selama 5 tahun. Pengambilan sumpah juga dilakukan oleh MA.

"Masa jabatan pimpinan mengikuti masa jabatan siklus pergantian keanggotaan DPD," kata Zainal.

Zainal berharap MA bisa memberi sejumlah catatan saat mengelurkan putusan atau sekalian tidak melantik pimpinan yang dipilih pada 3 April mendatang. "Bisa saja MA menolak untuk melakukan pelantikan," pungkasnya.(Kps)

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU